19 Januari 2019

Mengatasi Nafsu Makan Yang Kurang Di Awal Kehamilan



Dimasa kehamilan tubuh wanita akan mengalami beberapa perubahan yang disebabkan karena faktor hormonal. Salah satunya kehilangan selera makan bahkan sampai berat badan menurun. Nah biasanya nafsu makan yang berkurang terjadi di awal kehamilan. Ini yang terjadi pada saya juga kehilangan nafsu makan sampai berat badan saya semakin turun.  

Selain itu Moms biasanya mengalami morning  sickness yaitu rasa mual dan muntah di pagi hari. Saat tahu bahwa saya hamil, saya enggak merasakan apa-apa, nafsu makan baik. Tapi begitu masuk minggu ke 9 mulai berasa mual dan muntah. Apa yang saya makan itu juga yang keluar. Bikin ilfil ga sih. Mulut juga terasa pahit kayak berasa habis ngemut logam, penciuman juga akan lebih tajam terhadap bau makanan enggak hanya yang menyengat tapi bau makanan jadi aneh aja menurut saya. Aroma makanan seperti kuah sop dan kaldu bagi saya kayak bau got. Iyuhh banget deh!!! Bikin tambah enggak selera.

Dan syukurnya masa ini tidak berlangsung lama, biasanya berakhir setelah melewati trisemester pertama.Saya punya beberapa tips nih buat Moms yang mengalami hal sama dengan saya dengan cara ini pula saya mengatasi nafsu makan yang kurang saat hamil. Enggak mudah tapi bisa dicoba :

1.     Ganti Makanan Pokok
Diwaktu awal kehamilan saya enggak doyan nasi, bahkan bau nasi dari magiccom aja sudah membuat saya mual. Walaupun enggak suka nasi tapi saya coba alternatif lain seperti lebih memilih lontong (sama aje padahal) atau bubur sebagai penganti. Bukan berarti saya juga doyan, porsinya tetap sedikit enggak bisa makan banyak-banyak karena enek. Selain itu kalau enggak bisa makan beserta lauknya saya hanya bisa makan jagung atau kacang rebus. Jenis umbi-umbian seperti singkong atau jenis umbi-umbian lainnya seperti ubi juga berkhasiat untuk menghilangkan mual. Selain itu saya juga makan rebusan labu siam karena rasanya manis jadi bisa menjadi penyeimbang lidah yang terasa pahit.

2.     Makan buah
Disaat saya enggak bisa makan sama sekali atau bosan dengan makanan pokok saya juga mengkonsumsi buah-buahan. Selain segar buah-buahan cenderung manis sehingga bisa menghilangkan rasa pahit di mulut. Makan buah yang mengenyangkan seperti pisang yang juga berkhasiat menghilangkan mual.

3.     Minum Susu, Bubur Kacang Hijau , Air Kelapa atau Air Jahe
Mom enggak suka susu? Sama saya juga. Tapi ketika hamil saya paksain minum susu hamil rasa coklat lama kelamaan jadi kebiasaan di pagi hari mengkonsumsi susu. Kalau enggak suka minum susu ,bisa makan bubur kacang hijau atau minum sari kacang hijau yang bisa bikin kenyang. Atau saya kadang minum air kelapa, air kelapa banyak fungsinya untuk tubuh salah satunya penganti cairan yang hilang dalam tubuh. Selain itu air jahe juga bagus untuk menghilangkan mual. Tapi saya enggak suka. Makanya saya siasati dengan minuman lain yang saya suka.

4.     Ngemil Biskuit atau Makan Sereal
Saat hamil ketika enggak bisa makan terlalu banyak, disarankan untuk sering ngemil minimal dua jam sekali. Untuk mencukupi kebutuhan makanan yang kian kurang karena engga nafsu makan, saya ngemil biscuit. Sebenarnya saya juga enggak terlalu suka ngemil apalagi biscuit  tapi tetap mau gimana, harus dipaksain dan saya selalu sediakan di tas ketika berpergian kalau-kalau kelaperan di jalan.

5.     Makan makanan yang memang ibu suka atau lagi ingin makan
Banyak pantangan makanan selama hamil, kayaknya tiap kali mau makan sesuatu harus googling dulu boleh dimakan ibu hamil enggak?Saya aja melanggar pantangan dokter yang enggak boleh makanan pedas dan asam. Habis gimana donk tanpa sambel tambah enggak napsu makan semua makanan terasa hambar. Dan makanan asam seperti buah rujak saya suka banget untuk penyegar mulut yang pahit dan menghilangkan rasa mual. Selain itu kalau lagi kepingin banget makan mie ayam dan baso atau pizza,  saya tetep aja makan. Awalnya takut enggak mau makan, makanan yang instant. Tapi Moms enggak usah takut dengan makanan ini itu. Asalkan tau batasannya ya dan kurangi kandungan MSGnya. Dan juga jangan terlalu sering.

6.     Minum Multivitamin
Biasanya dokter juga meresepkan multivitamin. Walaupun demikian kita juga tetap tidak bergantung pada vitamin ya Moms. Asupan gizi tetap dari makanan lainnya. Dokter juga akan kasih obat anti mual tapi itupun diminum kalau hanya diwaktu mual aja.

Nah itu tadi tips yang bisa saya kasih dari pengalaman awal kehamilan saya. Menyadari betapa penting asupan gizi dan nutrisi di awal kehamilan. Jadi tetap semangat ya Moms jalanin kehamilan walaupun nafsu makan berkurang dan rasanya enggak mau makan apa-apa tapi demi janin apapun harus diupayakan. Tenang saja masa mabok tersebut biasanya juga tidak berlangsung lama. Emang yah jadi ibu itu enggak mudah!!!

9 Januari 2019

Miom Pada Ibu Hamil Perlukah Dikhawatirkan?



Hellow Moms, saya bukan mendadak jadi bidan onlen ya ngebahas seputaran pregnancy. Tapi apa yang saya bahas di blog berdasarkan pengalaman pribadi sendiri yang mau saya share. Syukur-syukur dapat membantu. Kali ini saya akan ngebahas seputar miom.

Apa itu Miom? Apa bedanya dengan Kista ?

Pada usia kehamilan saya memasuki bulan ke tiga, saya mendadak kaget karena dokter menemukan adanya miom dalam kandungan saya. Sempet panik dan khawatir karena dalam tempo sebulan pada pemeriksaan sebelumnya tidak ditemukan apa-apa, tapi tiba-tiba ada miom seukuran 3 cm setelah dilakukan USG dibulan berikutnya.  Wew !!!

Apa sih miom sampai bisa muncul tiba-tiba tanpa gejala apapun. Apa sebelumnya tidak terditeksi atau bagaimana? Pertanyaan itu muncul lantaran saya juga enggak ngerti. Nah apa sih miom itu? Apa bedanya dengan kista?

Miom sendiri adalah tumor jinak yang tumbuh di otot /jaringan ikat di bagian mana saja pada rahim wanita. Sedangkan kista adalah kantung berisi cairan udara atau bahan lain yang abnormal dan mempel pada organ tedekat.

Penyebab miom pada ibu hamil 


Setelah saya konsultasi kedokter, kenapa bisa tiba-tiba saja miom muncul, kemaren-kemaren kemana aja? Bahkan riwayat saya ketika menstruasi tidak menyakitkan, sakit juga sewajarnya saja. Enggak sampe tuh yang kalo dapet  sampe sakit guling-guling di kasur atau enggak bisa beraktivitas. Eh seriusan temen saya ada yang sampe kayak gitu!!! 

Sampai sekarang penyebab pasti adanya miom belum diketahui. Dokterku aja juga bilang seperti itu, tapi karena ini terjadi pada kehamilan pertama saya bisa jadi  karena faktor  hormonal yang terjadi pada masa kehamilan dan ini memang umum terjadi pada ibu hamil tanpa adanya tanda-tanda atau riwayat mentruasi yang sakit. Adakah pantangan makanan? Selama hamil saya hanya diminta pantang makanan pedas, asam dan makanan mentah yang tidak dimasak sempurna. Enggak ada pantangan khusus, sama kan seperti wanita hamil pada umumnya.

Resiko kehamilan dengan miom 


Setelah tau kondisi kehamilan saya ada miom, saya merundung dokter dengan berbagai pertanyaan salah satunya resiko kehamilan dengan miom. Wajar sebagai orang awam yang engga ngerti apa-apa. Dokter menjelaskan resiko yang dapat terjadi antara lain miom dapat menghambat jalan lahir, umumnya miom akan membesar dan menyebakan sakit, miom dapat mengambil sari-sari makan yang seharusnya untuk perkembangan janin dan resiko yang terbesar adalah keguguran.

Ngeri ya Moms, kalo dipikir-pikir resikonya. Mengingat usia kehamilan saya yang baru memasuki tiga bulan, rasanya perjalanan masih sangat panjang. Apalagi saat itu janin saya baru berukuran 7cm sementara miomnya sendiri berukuran 3cm. Hampir setengahnya!!! Gimana enggak khawatir. Dokter saya juga sempet bikin down, karena yang paling dikhawatirkan adalah jika janin kalah dengan miom dalam arti mereka bisa rebutan sari-sari makanan, jika miom lebih banyak menyerap sari-sari makanan dibanding dengan janin. Waduhh!!!


Bagaimana penaganannya ?


Saya sempat ganti dokter,sebulan setelah diketahui adanya miom dalam kandungan saya. Ganti dokter bukan karena miom ya...Tapi karena kurang sreg aja dengan dokter sebelumnya. Saya menceritakan riwayat kehamilan dan miom saya  pada dokter yang baru. Setelah di cek, Puji Tuhan Janin saya berkembang normal. Dan Miomnya? Cuma bertambah 0.2 cm dari yang sebulan sebelumnya 3cm hanya bertambah 3.2 cm. Prestasi menurut saya, karena setelah saya tahu tetang miom terus terang saya khawatir. Dokter saya yang baru ini cukup tenang melihat kepanikan saya. Tidak menakut-nakuti tapi memberikan relita bahwa miom pasti akan selalu berkembang, enggak ada penanganan khusus yang bisa dilakukan hanya observasi terus menerus. Bahkan miom dapat hilang dengan sendirinya.


Perlukan ibu merasa khawatir?


Seorang ibu pasti khawatir lah, apalagi ini adalah kehamilan pertama saya. Setelah saya cerita ke beberapa teman mengenai kesehatan dan perkembangan janin saya.Wuahhh nyesel saya cerita. Kenapa? Karena banyak yang sotoy dengan pengetahuan mereka yang seadanya.. Ada yang bilang saya harus operasi CS, begini..begitu. Yang membuat tambah down padahal saya masih optimis untuk lahiran normal. Well…dokter saya juga enggak bilang apa-apa banyak yang seolah menakut-nakuti. Memang kalau dilihat setiap kehamilan itu di tiap semester ada resikonya bukan hanya yang memiliki miom saja.


Dari ketakutan dan ketidaktahuan saya tentang miom,  saya jadi cari tahu sendiri dan tentunya tetap konsultasi kedokter. Saya termasuk orang yang “ Overthinking “ terhadap sesuatu bahkan sebelum hamil. Tapi saya menyadari kepanikan dan kekhawatiran saya terjadi karena ketidaktahuan. Dan karena mulai cari tahu, bahwa miom pada ibu hamil wajar terjadi maka saya tidak mau terlalu khawatir. Saya hanya fokus pada janin saya, meyakinkan diri bahwa di dalam rahim saya hanya ada calon baby. Bahkan saya menggangap miom ini enggak ada. Dari buku bidan Yessi Aprillia atau yang lebih dikenal di IG dengan nama @bidankita. Bahwa memang benar janin kita itu lebih pintar dari yang kita bayangkan. Itu juga yang membuat saya berpikir bahwa janin saya lebih kuat dari hanya sekedar miom. 


Makanya ketika mengetahui adanya miom saya selalu kasih afirmasi positif atau sugesti positif bahkan mengajak janin saya untuk berbicara, bahwa janinku harus bisa mengalahkan miomnya. Karena dokterpun enggak menyarankan apa-apa selain harus tetap di observasi apalagi perjalanan kehamilan saya masih panjang. Masih ada harapan untuk membuat miom tidak berkembang bahkan mudah-mudahan dapat menghilang dengan sendirinya. Dan syukur sekali di pengecekan selanjutnya miomku tidak bertambah terlalu banyak hanya 0.2 cm. Saya cukup apesiasi pada tubuh saya terutama pada janin saya sendiri.Yang bisa saya sarankan kepada calon ibu,  berpikir positif dapat membuat kita lebih bahagia dan sehat. Jadi apapun resiko kehamilan yang dihadapi tetaplah berpikir posif. Dan sharing melalui blog juga membuat saya PD dalam menghadapi kehamilan. 




19 Desember 2018

Hamilnya Kok Kecil Sih? Ga Kelihatan. Yuk Cek Tabel Kehamilan !!!




Psssttt...jangan keburu nempelin tabel kehamilan ke jidat netijen ya moms kalo ada yg komen kayak gitu ...itu tandanya mereka cuma kurang pengetahuan.

Moms pernah dikomentarin seperti itu? Baper? Pastilahh, orang hamil bawaannya sensitif ditambah komen-komen netijen yang katanya budiman tapi kayak minta dilemparin pake sepatu. Sabar moms...!!! Kita yang hamil harusnya punya pengetahuan lebih dibanding mereka yang cuma sekedar komen doank atau merasa sok tau karena udah pernah hamil tapi ya kok ga bisa jaga perasaan ibu hamil. Pingin nangis aku tuh kalo ada yang gitu. 

Di hamil memasuki masa 4 bln saya, kehamilan saya tergolong kecil enggak kelihatan. Saya suka malu kalo ditanya "sudah berapa bulan?". Takut dengar komen pedas " ihhh kok kecil sih". Sempat was-was tapi dokter bilang yang penting kan kondisi kandungannya. Besar kecilnya perut ibu tidak menjadi tolak ukur pertumbuhan janin. Jadi kalo perut Moms masih kelihatan kecil bukan berarti bayinya kekurang gizi, beratnya kurang dan lainnya. Bahkan BB saya sempat turun dari waktu saya sebelum hamil. Ketika saya mengecek kondisi kehamilan saya dokter bilang, berat dan ukurannya normal di usia kehamilan 18 minggu. Padahal saya sempat ketar-ketir karena belakangan juga diliputi kecemasan.

Jadi Moms jangan berkecil hati dulu, untuk mengetahui perkembangan janin kita bisa melihat di tabel perkembangan janin dilihat dari usia, berat dan panjangnya. Dan sekarang ini juga berbagai aplikasi kehamilan sangat membantu kita untuk dapat melihat perkembangan janin. Ambil positifnya saja nanti kan enggak perlu susah-susah nurunin BB pasca lahiran. Yang penting bayiku sehat...ukuran dan beratnya normal yeee ngak? ***sambil kibas daster.

Berikut ini Tabel Perkiraan Berat Dan Panjang Janin Rata-Rata Sesuai Usia Kehamilan yang dikutip dari aplikasi KehamilanApp
Sumber : kehamilanApp


5 Desember 2018

Garis Samar Pada Test Pack, Hamil atau Engga??




Dulu saya ngetawain temen yang awal-awal setelah menikah nyetok test pack ampe sedus. Dan ternyata itu terjadi pada saya, yee..walaupun enggak nyetok sampe sedus juga sih tapi beli test pack paling murah yang harganya 3 rebuan. Jadi beli ceban juga dapet 3 masih kembali seribu. Bentar-bentar ngetes...telat dikit ngetes...bukan karena pingin bgt punya anak.Tapi berhubung saya orangnya suka makan sembarangan, pingin aja gitu begitu tahu hamil langsung menjaga pola makan. Halah...teori...

Ngerasa hopeless karena yang diharapkan enggak kesampean juga. Akhirnya saya diskusi sama suami yowes kalo memang belum dapet momongan ya.. sudah jalanin aja toh kami menikmati masa kebersamaan kami sebelum kedatangan buah hati, rencana kalau dalam setahun belum ada tanda-tanda kehamilan kami berencana memeriksakan diri kedokter takut-takut ada masalah dengan kesehatan kami.

Begitu kami pasrah dengan keadaan setelah dibulan ke sembilan pernikahan saya curiga, kok saya belum dapet-dapet. Sempet cuek karena pernah telat sampe semingguan. Tapi perut berasa kenceng...antara tanda-tanda mau dapet atau memang “udah jadi”. Tapi feeling saya jadi ya...akhirnya saya mencoba test setelah lewat 1 minggu berarti 7 hari. Tapi ternyata hasil testnya negatif. Kecewa, pasti!!! Lah tapi yg bikin saya ketakutan hasil nya negatif tapi kok ga dapet-dapet. Sempet cari-cari artikel tentang kehamilan, katanya kalau 7 hari memang belum akurat yang akurat adalah 9 hari. Ya gada salahnya nunggu, setelah lewat 2 hari saya coba test lagi. Hasilnya sama negatif tapi setelah saya amati baik-baik kok seperti ada garis halus tipis samar-samar gitu.

Garis samar pada hasil test pertama keliatan enggak ???



Saya coba cari-cari lagi artikel tentang kehamilan mengenai hasil test pack yang samar. Dari salah satu forum tanya jawab ada yg sebagian mengatakan hamil, tapi ada juga yang punya pengalaman serupa tapi tidak hamil. Saya dapat saran dari teman tunggu aja sampai 14 hari hingga 1 bulan untuk tahu hasilnya yang lebih akurat. Duh bikin deg-degan nunggu 14 hari tuh rasanya lama betul apalagi sebulan. Setelah 14 hari saya coba cek lagi. Dan hasilnya mengejutkan garis yg nampak samar kini begitu jelas terlihat ada dua strip terlihat yang menandakan positif hamil.Puji Tuhan...saya kasih tahu suami. Yang ada kita cuma bisa ketawa-tawa liatnya. Ihihihiii...iya enggak nyangka kita bakalan punya anak dan jadi orang tua. Padahal kita aja masih cenggegesan kayak gini. Setelah ketawa-tawa abis itu kita panik.Nah loh mau periksa kemana?? Sementara kami saja baru pindah kurang dari setahun di kota kami tinggal. Belum tahu harus ke RS dan Dokter mana yang bagus di daerah kami tinggal.


Nah Buibu muda yang mengalami hal serupa seperti saya. Memang garis test pack yang masih samar masih sangat dini untuk menyatakan itu positif hamil. Lebih baik bisa ditunggu sampai 14 hari atau sebulan untuk hasil yang lebih akurat atau bisa konsultasikan ke dokter. Walaupun beberapa pengalaman lain juga menyatakan itu negatif atau belum tentu hamil.
Saya mengutip dari buku “ Gentle Birth Balance “ yang ditulis oleh Yessie Aprillia, S.Si.T.,M.Kes atau yang lebih dikenal di IG dengan nama @Bidankita. Persiapan batin untuk sebuah proses persalinan salah satunya adalah sabar (pantience), “ Sabar adalah pelajaran yang didapat dalam proses persalinan, jika anda tidak sabar, bagaimana dengan pola pengasuhan anak kelak?” . Dari kutipan itu bahkan saya berpikir dari pengalaman saya menunggu hasil test pack yang masih samar saja dibutuhkan keasabaran, bukan saja pada saat persalinan kita harus bersabar saat kita pertama kali mengharapkan kedatangan buah hati dalam kehidupan pernikahan kita, terutama mereka yang masih menanti lama bahkan sampai ada yang bertahun-tahun, juga dibutuhkan kesabaran. Saat proses kehamilan selama sembilan bulan, selama itu pula kita sabar untuk menjaga kandungan sampai menanti proses kelahiran. Dan bagian yang paling menohok adalah. Jika kita tidak sabar, bagaimana dengan pola pengasuhan anak kelak? Jadi Bun sabar saja, dan untuk pasangan baru menikah saya juga menghindari bertanya “udah isi belum?” terus terang itu pertanyaan “Anoying” banget, saya juga merasakannya. Ga usah lah buru-buru, habiskan waktu berdua untuk lebih mengenal lagi satu sama lain dan menikmati masa-masa kebersamaan setelah menikah. Nanti kamu akan sadar betapa berharganya waktu berdua karena untuk segala sesuatu ada waktunya dan Ia akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

15 Juli 2018

Backpackeran Ke Pulau Pari




Bau anyir khas Muara Angke sudah tercium. Tanda kami sudah dekat dengan pelabuhan Kali Adem ditambah bau asin dari tempat penjemuran ikan yang masih menyisakan bau meski tidak ada ikan yang dijemur siang itu. Parkiran kendaraan roda dua bertuliskan parkir inap mengartikan bahwa mereka yang menyeberang ke pulau menambatkan kendaraannya ditempat ini. Tak banyak yang mengantri di loket pembelian  ketika kami masuk untuk membeli tiket  karena hari sudah lewat tengah hari. Ada satu bapak yang terlihat ramah menawarkan jasa penyebrangan, pas kami sedang mencari tiket. Pak Asep namanya sedikit gencar menawarkan paket wisata ke Pulau Tidung.  Namun menyerah setelah dia sendiri yang bilang kalau Pari memang lebih bagus, Pulau Pari memang menjadi tujuan liburan saya dan pak Suami. Membaca beberapa Review blog selain pulau yang terdekat dari gugusan Pulau Seribu, katanya Pantainya juga paling juara bagusnya Sedikit tergiur dengan tawaran Pak Asep kalau hari ini jam 2 masih ada kapal yang bisa kami tumpangi tapi kami urungkan saja karena niatnya memang hari ini untuk survei dan berangkat ke Pulau Parinya esok hari.

Esok hari mengejar jarak dari rumah kami di Depok ke Angke kami berangkat pagi pukul lima pagi menginggat libur lebaran yang bagi sebagian orang sudah selesai, artinya kami berangkat barengan orang kerja di hari Jumat. Kami berencana menginap semalam sampai Sabtu Pagi atau Sore. Pagi hari menjelang weekend di pelabuhan Kali Adem dipadati rombongan orang yang hendak berlibur ke pulau Seribu. Anak muda dan orang tua, betul kata teman saya. Untuk mencari tiket perahu tradisional harus antri sedari pagi. Belum lagi bersaing dengan mereka yang sudah dibantu oleh trip organiser. Beruntung kami sudah mengantongi tiket PP yang sudah kami beli di hari sebelumnya. Kami menggunakan Speed Boat walaupun harganya lebih mahal untuk tiketnya seharga Rp. 125.000 ini sih soal kenyaman aja ya dibanding perahu tradisional Rp.40.000 tapi waktu tempuhnya pasti lebih lama. Hanya diperlukan satu jam dari Pelabuhan Kali Adem untuk menyeberang ke Pulau Pari  tapi nunggu Boatnya yang lama, karena kita kepagian sampainya di pelabuhan sementara boatnya datang jam 9 kemarin informasinya berangkat jam 8 pagi. Tapi ya sudahlah....

Speed Boat yang kami tumpangi, kira-kira muat sampai 20an orang

Akhirnya sampai juga di dermaga Pulau Pari. Tugu Ikan Pari di Dermaga langsung menjadi pusat perhatian para pelancong yang langsung sigap berselfi. Kami tak lantas mencari penginapan karena kita mau mencari tahu lokasi Pantainya dulu, mengikuti arus orang-orang yang berjalan. Nampaknya mereka mau ke Pantai Pasir Perawan, pantai yang terkenal di Pulau ini. Kita ikuti saja kami berdua sama sekali belum pernah ke sini. Mengikuti orang-orang yang belum tentu sama tujuannya. Namun gapura bertuliskan Pantai Pasir Perawan membuat kami lega. Benar saja beberapa review blog yang saya baca katanya Pulau Pari yang paling indah di antara kepulauan Seribu lainnya. Hamparan pasir putih dan birunya laut membuat pantai ini begitu menyejuakan mata. Pasirnya putih dan bersih, airnya bening memancarkan keindahan Pantai Pasir Perawan. Beberapa perahu besandar dibibir pantai. Pendopo dan ayunan menjadi pemanis untuk menangkap foto kekinian yang instagramable.

Kami pun memutuskan untuk mengisi perut, makan siang dengan nasi goreng ala Pulau Pari yang di bandrol dengan harga Rp.15.000 rasanya ga mengecewakan kok. Padahal kami khawatir sekali kalau makan di tempat wisata itu kurang enak. Kami melanjutkan menelusuri pulau untuk mencari homestay. Tidak sulit sepertinya mencari homestay bagi kami yang backpakeran, setiap rumah menuju pantai bertuliskan nomor2 telpon untuk yang ingin menyewa. Ada satu homestay yang bentuknya berbaris seperti kontrakan dan...viewnya menghadap laut. Kami sempat naksir dan mencoba menhubungi nomor yang tertera didinding namun tak bisa dihubungi. Melanjutkan pencarian kami dua orang bapak yang sedang ngopi asik di warung menanyai kami, apakah kami sedang mencari penginapan. Salah satu bapak yang memperkenalkan diri dengan nama Pak Mole Pari menawarkan jasa untuk mencarikan kami homestay, dia bilang kalau sewa homestay yang kami taksir memang agak mahal, sekitar 600rb/ malam dan bagi yang backpackeran seperti kami sebaiknya sewa kamar saja dia menawarkan sewa kamar dengan harga 350ribu. Memperlihatkan bentuk kamar yg standard untuk kami dari smartphonenya dengan fasilitas AC dan TV. Kami sepakat untuk melihatnya dulu. Oke juga sih untuk hanya menginap semalam akhirnya setelah melihat kami menyepakatinya untuk sewa semalam, niat hati mau kasih tip buat bapak itu eh dia malah langsung pergi ya sudahlah.

Siang hari kami mengeksplore Pantai Pasir Perawan, sebelumnya kami mencari tempat sewa sepeda, kendaraan yang dipakai untuk keliling pulau. Hampir kehabisan, karena sepedanya sudah hampir semuanya di sewa. Tinggal satu sepeda yang ada boncengannya, sengaja pilih yang ada boncengannya biar so sweet gitu kemana-mana boncengan bareng pak Suami. Ahhay...Sewa sepeda Rp.30.000 bukan per jam tapi bisa di kembalikan esok hari sebelum kami pulang. Murah kan??? Disni tuh yang mahal bayar toilet umumnya masa tiga rebu...

Ada tiga Pantai yang ada di Pulau ini, Pantai Pasir Perawan, Pantai Bintang dan Pantai LIPI yang berada di dalam kompleks lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Tapi dengan waktu yang sangat singkat kami hanya bisa mengeksplore dua pantai saja yaitu Pantai Pasir Perawan dan Pantai LIPI

Berbagai Aktivitas Seru Yang Bisa Dilakuin Di Pantai Pasir Perawan


Pantai Pasir Perawan

Entahlah kenapa dinamakan Pantai Pasir Perawan. Mungkin karena keindahannya kali ya. Perawan kan identik dengan wanita, dan wanita itu kan dideskripsikan dengan kata cantik or indah. Apasih!!! ngasal banget. Ya kira-kira gitulah..haha..iyain aja. Sudah lama sekali enggak ke Pantai tapi begitu melihat pantai ini rasanya sangat terobati sekali kerinduan saya akan pantai. Pokoknya liburan kali ini sukses banget, cuma kurang lama aja sich. Hehee..Disini kita bisa melakukan berbagai aktivitas seru. Saya sempat merekamnya. Liat aja videonya dibawah mulai dari main-main pasir di pinggir pantai, naik kano maupun sewa perahu untuk berkeliling pantainya, berenang, nyemplung ke pantai dari ayunan, sepedaan keliling pulau, main voli pantai bareng temen-temen, dan banyak juga loh yang berkemah disini.




Menanti Sunset Pantai LIPI

Pantai ke dua yang kami kunjungi letaknya berada di dalam kompleks Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, bayar tiket masuknya cuma Rp.2000. Sebelah kiri sebelum memasuki kompleks LIPI ada Pantai Bintang. Tapi berhubung kami ingin menangkap sunset kami memilih ke Pantai LIPI terlebih dahulu. Pada saat kami datang, sepi banget, cuma kami berdua kali yang ada di pantai itu. Sayangnya pantanya agak kotor bukan karena pengunjung tapi karena sampah dari laut yang tergerus ombak ke tepian pantai. Tapi karena sepi jadi kayak private aja. Keasikan menikmati sunset, lupa kalau hari sudah mulai gelap jadi enggak bisa mampir ke Pantai Bintang. Kalau ada kesempatan lagi saya juga mau balik lagi ke Pulau Pari, enggak ngebosenin dan belum semua tempat kami jelajahi.




Tips Backpakeran Bareng Pasangan

Tadinya ke Pulau Seribu mau ikut open trip salah satu trip organiser yang pernah direkomendasikan teman saya. Sudah tanya-tanya tapi berhubung waktunya enggak pas jadi saya dan pak Suami nekad aja ke sana berduaan, belum ada yang pernah menyebrang ke Pulau Seribu juga. Jadi sehari sebelumnya kita ke pelabuhan Kali Adem di Muara Angke untuk survei dan cari tiket. Ada kenikmatan tersendiri untuk enggak pake jasa trip organiser, kita bebas menentukan waktu dan enggak terikat itinerary.

Mungkin beberapa tips bagi kalian yang ingin backpakeran bareng pasangan supaya menghindari ribut-ribut saat traveling, kan sayang bukannya menikmati tapi malah bete-betean :

  1. Cari tau tempat yang akan kalian kunjungin bisa liat dari review blog, atau info dari orang-orang yang pernah ke sana.
  2. Bagi tugas bareng-bareng aja, misal siapa yang mau bawa bebawaan paling banyak, siapa yang harus ngecek transportasi, beli tiket, jadi bendahara, dll.
  3. Jangan berekspektasi terlalu tinggi akan suatu tempat yang akan kalian kunjungi, karena kalau enggak sesuai bakalan kecewa. Nikmatin aja liburan bareng pasangan kalian.
  4. Buat itinerary buat daftar kegiatan dan tujuan, juga termasuk buat budgetnya.
  5. Diskusikan segala sesuatunya dengan pasangan misalnya mau makan apa jangan jawab terserah ya nanti mempengaruhi moodnya. Ini sih terjadi ga cuma traveling kali ya...psssttt ini juga tips yang ke empat tambahan dari pak suami..ahahhaaha....
Menikmati Sunset di Pantai LIPI

     

7 April 2018

Prasyarat dan Tata Cara Pernikahan Katolik



Buat yang sedang mempersiapkan pernikahan, mungkin binggung harus memulai dari mana. Selain resepsi, pengurusan administrasi catatan sipil, syarat keagamaan menjadi salah satu yang penting untuk dipersiapkan juga, dalam hal ini saya spesifik membahas tentang tata cara pernikahan Katolik. Sebelumnya saya bergereja di Gereja Kristen jadi sangat asing bagi saya untuk mengurus semuanya.. Proses mempersiapkan pernikahan saya rasa tidak ada yang instan pasti sebelum memutuskan untuk menikah proses ini sudah dipersiapakan maximal setahun sebelumnya, ye kan.

Nah langkah apa aja sih buat calon keluarga muda katolik.

  • Menghadap ke ketua lingkungan setempat untuk memberitahukan rencana penikahan kalian. Sekalian juga kalau kalian butuh bantuan lingkungan untuk tugas koor atau bantuan lain pada saat pemberkatan digereja bisa didiskusikan dengan pengurus lingkungan.
  • Datangin Sekretariat Gereja,mendatangi sekretariat gereja tempat akan berlangsungnya Sakramen Perkawinan karena tiap gereja punya kebijakannya sendiri, jangan ragu bertanya. Biasanya kamu akan di berikan daftar / form berkas perkawinan yang menjadi syarat administrasi. Dan kalau sudah menentukan tanggal pernikahan ada baiknya langsung booking tanggal untuk acara Sakramen Perkawinan kalian. Biasanya Gereja tidak melayani Sakramen Perkawinan pada masa adven dan masa prapaskah.
  • Cek Jadwal & Daftar kursus MRT ( Membangun Rumah Tangga ) Kursus pra nikah atau sekarang lebih dikenal dengan nama kursus Membangun Rumah Tangga menjadi salah satu prasyarat untuk langkah selanjutnya. Cek jadwal kursus MRT, kursus biasanya diadakan bergilir di tiap Paroki. Usahakan kursusnya di paroki tempatmu bergereja ya atau gereja tetangga juga boleh tapi saya sarankan yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal kalian karena apa? Kursus biasanya diadakan lebih dari satu hari, full day dari pagi sampai sore jadi cukup menguras tenaga kalian.
  • Mempersiapkan surat-surat yang diperlukan (dibawah akan saya jelaskan apa saja yg perlu disiapkan) bila sudah siap kedua calon pengantin bisa menghadap pastor paroki untuk proses penyelidikan kanonik. Apa itu proses kanonik? Penyelidikan kanonik adalah peluang pastoral persiapan perkawinan yang personal dan intensif, untuk itu pastor bertanggung jawab atas pengisian berkas penyelidikan kanonik ini & bertugas menjelaskan isi pertanyaan-pertanyaan sewajarnya ( Blangko penyelidikan Kanonik, hlm 1) intinya sih kalian akan dipanggil satu-satu, diwawancarai secara pribadi oleh Romo, enggak usah takut. Karena pada proses ini akan dijelaskan sifat perkawinan Kristen yang tak terceraikan. Siapin mental aja ya….hihi…
  • Setelah penyelidikan selesai, nama kedua calon pengantin akan diumumkan di gereja sebanyak tiga kali, dalam tiga minggu berturut-turut
Apa saja syarat administrasi yang diperlukan? Ini dia...
  • Mengisi surat keterangan dari ketua lingkungkungan dimana calon mempelai tinggal.
  • Salinan asli surat bapstis terbaru dari paroki asal. Terbaru artinya tidak lebih dari enam bulan sebelum pelaksanaan penikahan.
  • Buku asli Membangun Rumah Tangga (Ini akan diberikan ketika selesai mengikuti program MRT)
  • Fotocopy KTP masing-masing 1 lembar.
  • Fotocopy kartu keluarga Katolik. ( Tidak ada juga tidak masalah atau tergantung kebijakan gereja tempat berlangsungnya Sakramen Pernikahan )
  • Paspoto berwarna kedua mempelai berdampingan ukuran 4x6 ( 4 lembar)
  • Fotocopy KTP Saksi Perkawinan ( Beragama Katolik usia max 55 thn)
  • Jika salah satu calon mempelai berasal dari paroki luar harus menyertakan surat pengantar/keterangan dari ketua lingkungan yang diketahui oleh Pastor.
  • Buku upacara perkawinan.
  • Jika kedua mempelai berasal dari Paroki luar membawa surat pernyataan atau surat delegasi dari Pastor Paroki untuk melaksanakan kanonik atau pernikahan.
Bagaimana jika salah satu mempelai beragama Kristen namum menikah dengan cara Katolik?

Nah, dalam Gereja Katolik sendiri hanya dikenal 2 macam penikahan campur yaitu perkawinan beda agama (Disparitas Cultus) yaitu perkawinan yang terjadi antara orang yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik yang sudah diterima di dalamnya dengan orang yang tidak dibabtis, untuk mengesahkannya diperlukan dispensasi dari ordinaris wilayah. Yang kedua perkawinan beda gereja (Mixta Religio) perkawinan antara orang yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik yang sudah diterima di dalamnya dengan orang yang dibaptis dalam gereja Kristen, untuk mengesahkannya diperlukan izin dari ordinaris wilayah. Berkas apa yang diperlukan :

  •  Fotocopy surat Baptis Protestan
  • Surat Sidi Protestan
  • Buku asli Membangun Rumah Tangga.
  •  Fotocopy KTP masing-masing 1 lembar.
  • Fotocopy kartu keluarga Sipil
  • Fotocopy KTP Saksi Kanonik maksimal 2 orang dari pihak non Katolik yang mengetahui bahwa calon non-Katolik tersebut belum pernah menikah dan tidak terkena halangan ikatan nikah atau halangan perkawinan lainnya.
  • Fotocopy KTP Saksi Perkawinan ( Orang Katolik usia maximal 55 tahun )
  • Surat pernyataan dari orang tua (tanda tangan diatas materai Rp. 6.000) yang menyatakan bahwa menyetujui pernikahan secara Katolik.
  • Mengisi surat keterangan belum pernah menikah dari Gereja atau instansi pemerintah setempat dimana calon mempelai tinggal.
  •  Surat perjanjian pihak katolik untuk mohon dispensasi ( dibuat oleh Romo )



25 Februari 2018

Tempat piknik paling dekat dengan Bandara Ahmad Yani,Semarang.

Begitu "Touch down" 🏈🏈di Semarang saya melimpir ke salah satu tempat piknik yang paling dekat dengan bandara. Emang ada? Ada kok namanya Anjungan Bandara Ahmad Yani yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura, letaknya? Kepleset juga nyampe tapi nyrossooott 😜😁 .Persis di sebelah pintu keluar.
Kayak lagi di stadion ya...

Ada apa sih disana? Disana hanya ada pendopo yang ga begitu besar. Tempat ini memang menawarkan pemandangan pesawat take off dan landing. Dah gitu doank...just as simple as that, yang bagi orang lain mungkin adalah hal yang receh tapi tidak bagi anak-anak  yang diajak oleh orang tua mereka. Dan orang tua ga perlu merogoh kocek yang mahal buat liat anaknya bahagia,tiket masuk hanya Rp 2.500 buat anak-anak dan Rp 3.500 buat dewasa.

Well, satu hal yang bisa saya dapat dari kunjungan saya yang singkat ke tempat ini bahwa bahagia itu sederhana. Membahagiakan orang lain itu enggak perlu sesuatu yang mahal ( mudah-mudahan pak suami ga baca!!!)

Pengujung kebanyakan orang tua yang membawa anak-anak mereka


Contact us

Nama

Email *

Pesan *