19 Januari 2019

Mengatasi Nafsu Makan Yang Kurang Di Awal Kehamilan



Dimasa kehamilan tubuh wanita akan mengalami beberapa perubahan yang disebabkan karena faktor hormonal. Salah satunya kehilangan selera makan bahkan sampai berat badan menurun. Nah biasanya nafsu makan yang berkurang terjadi di awal kehamilan. Ini yang terjadi pada saya juga kehilangan nafsu makan sampai berat badan saya semakin turun.  

Selain itu Moms biasanya mengalami morning  sickness yaitu rasa mual dan muntah di pagi hari. Saat tahu bahwa saya hamil, saya enggak merasakan apa-apa, nafsu makan baik. Tapi begitu masuk minggu ke 9 mulai berasa mual dan muntah. Apa yang saya makan itu juga yang keluar. Bikin ilfil ga sih. Mulut juga terasa pahit kayak berasa habis ngemut logam, penciuman juga akan lebih tajam terhadap bau makanan enggak hanya yang menyengat tapi bau makanan jadi aneh aja menurut saya. Aroma makanan seperti kuah sop dan kaldu bagi saya kayak bau got. Iyuhh banget deh!!! Bikin tambah enggak selera.

Dan syukurnya masa ini tidak berlangsung lama, biasanya berakhir setelah melewati trisemester pertama.Saya punya beberapa tips nih buat Moms yang mengalami hal sama dengan saya dengan cara ini pula saya mengatasi nafsu makan yang kurang saat hamil. Enggak mudah tapi bisa dicoba :

1.     Ganti Makanan Pokok
Diwaktu awal kehamilan saya enggak doyan nasi, bahkan bau nasi dari magiccom aja sudah membuat saya mual. Walaupun enggak suka nasi tapi saya coba alternatif lain seperti lebih memilih lontong (sama aje padahal) atau bubur sebagai penganti. Bukan berarti saya juga doyan, porsinya tetap sedikit enggak bisa makan banyak-banyak karena enek. Selain itu kalau enggak bisa makan beserta lauknya saya hanya bisa makan jagung atau kacang rebus. Jenis umbi-umbian seperti singkong atau jenis umbi-umbian lainnya seperti ubi juga berkhasiat untuk menghilangkan mual. Selain itu saya juga makan rebusan labu siam karena rasanya manis jadi bisa menjadi penyeimbang lidah yang terasa pahit.

2.     Makan buah
Disaat saya enggak bisa makan sama sekali atau bosan dengan makanan pokok saya juga mengkonsumsi buah-buahan. Selain segar buah-buahan cenderung manis sehingga bisa menghilangkan rasa pahit di mulut. Makan buah yang mengenyangkan seperti pisang yang juga berkhasiat menghilangkan mual.

3.     Minum Susu, Bubur Kacang Hijau , Air Kelapa atau Air Jahe
Mom enggak suka susu? Sama saya juga. Tapi ketika hamil saya paksain minum susu hamil rasa coklat lama kelamaan jadi kebiasaan di pagi hari mengkonsumsi susu. Kalau enggak suka minum susu ,bisa makan bubur kacang hijau atau minum sari kacang hijau yang bisa bikin kenyang. Atau saya kadang minum air kelapa, air kelapa banyak fungsinya untuk tubuh salah satunya penganti cairan yang hilang dalam tubuh. Selain itu air jahe juga bagus untuk menghilangkan mual. Tapi saya enggak suka. Makanya saya siasati dengan minuman lain yang saya suka.

4.     Ngemil Biskuit atau Makan Sereal
Saat hamil ketika enggak bisa makan terlalu banyak, disarankan untuk sering ngemil minimal dua jam sekali. Untuk mencukupi kebutuhan makanan yang kian kurang karena engga nafsu makan, saya ngemil biscuit. Sebenarnya saya juga enggak terlalu suka ngemil apalagi biscuit  tapi tetap mau gimana, harus dipaksain dan saya selalu sediakan di tas ketika berpergian kalau-kalau kelaperan di jalan.

5.     Makan makanan yang memang ibu suka atau lagi ingin makan
Banyak pantangan makanan selama hamil, kayaknya tiap kali mau makan sesuatu harus googling dulu boleh dimakan ibu hamil enggak?Saya aja melanggar pantangan dokter yang enggak boleh makanan pedas dan asam. Habis gimana donk tanpa sambel tambah enggak napsu makan semua makanan terasa hambar. Dan makanan asam seperti buah rujak saya suka banget untuk penyegar mulut yang pahit dan menghilangkan rasa mual. Selain itu kalau lagi kepingin banget makan mie ayam dan baso atau pizza,  saya tetep aja makan. Awalnya takut enggak mau makan, makanan yang instant. Tapi Moms enggak usah takut dengan makanan ini itu. Asalkan tau batasannya ya dan kurangi kandungan MSGnya. Dan juga jangan terlalu sering.

6.     Minum Multivitamin
Biasanya dokter juga meresepkan multivitamin. Walaupun demikian kita juga tetap tidak bergantung pada vitamin ya Moms. Asupan gizi tetap dari makanan lainnya. Dokter juga akan kasih obat anti mual tapi itupun diminum kalau hanya diwaktu mual aja.

Nah itu tadi tips yang bisa saya kasih dari pengalaman awal kehamilan saya. Menyadari betapa penting asupan gizi dan nutrisi di awal kehamilan. Jadi tetap semangat ya Moms jalanin kehamilan walaupun nafsu makan berkurang dan rasanya enggak mau makan apa-apa tapi demi janin apapun harus diupayakan. Tenang saja masa mabok tersebut biasanya juga tidak berlangsung lama. Emang yah jadi ibu itu enggak mudah!!!

9 Januari 2019

Miom Pada Ibu Hamil Perlukah Dikhawatirkan?



Hellow Moms, saya bukan mendadak jadi bidan onlen ya ngebahas seputaran pregnancy. Tapi apa yang saya bahas di blog berdasarkan pengalaman pribadi sendiri yang mau saya share. Syukur-syukur dapat membantu. Kali ini saya akan ngebahas seputar miom.

Apa itu Miom? Apa bedanya dengan Kista ?

Pada usia kehamilan saya memasuki bulan ke tiga, saya mendadak kaget karena dokter menemukan adanya miom dalam kandungan saya. Sempet panik dan khawatir karena dalam tempo sebulan pada pemeriksaan sebelumnya tidak ditemukan apa-apa, tapi tiba-tiba ada miom seukuran 3 cm setelah dilakukan USG dibulan berikutnya.  Wew !!!

Apa sih miom sampai bisa muncul tiba-tiba tanpa gejala apapun. Apa sebelumnya tidak terditeksi atau bagaimana? Pertanyaan itu muncul lantaran saya juga enggak ngerti. Nah apa sih miom itu? Apa bedanya dengan kista?

Miom sendiri adalah tumor jinak yang tumbuh di otot /jaringan ikat di bagian mana saja pada rahim wanita. Sedangkan kista adalah kantung berisi cairan udara atau bahan lain yang abnormal dan mempel pada organ tedekat.

Penyebab miom pada ibu hamil 


Setelah saya konsultasi kedokter, kenapa bisa tiba-tiba saja miom muncul, kemaren-kemaren kemana aja? Bahkan riwayat saya ketika menstruasi tidak menyakitkan, sakit juga sewajarnya saja. Enggak sampe tuh yang kalo dapet  sampe sakit guling-guling di kasur atau enggak bisa beraktivitas. Eh seriusan temen saya ada yang sampe kayak gitu!!! 

Sampai sekarang penyebab pasti adanya miom belum diketahui. Dokterku aja juga bilang seperti itu, tapi karena ini terjadi pada kehamilan pertama saya bisa jadi  karena faktor  hormonal yang terjadi pada masa kehamilan dan ini memang umum terjadi pada ibu hamil tanpa adanya tanda-tanda atau riwayat mentruasi yang sakit. Adakah pantangan makanan? Selama hamil saya hanya diminta pantang makanan pedas, asam dan makanan mentah yang tidak dimasak sempurna. Enggak ada pantangan khusus, sama kan seperti wanita hamil pada umumnya.

Resiko kehamilan dengan miom 


Setelah tau kondisi kehamilan saya ada miom, saya merundung dokter dengan berbagai pertanyaan salah satunya resiko kehamilan dengan miom. Wajar sebagai orang awam yang engga ngerti apa-apa. Dokter menjelaskan resiko yang dapat terjadi antara lain miom dapat menghambat jalan lahir, umumnya miom akan membesar dan menyebakan sakit, miom dapat mengambil sari-sari makan yang seharusnya untuk perkembangan janin dan resiko yang terbesar adalah keguguran.

Ngeri ya Moms, kalo dipikir-pikir resikonya. Mengingat usia kehamilan saya yang baru memasuki tiga bulan, rasanya perjalanan masih sangat panjang. Apalagi saat itu janin saya baru berukuran 7cm sementara miomnya sendiri berukuran 3cm. Hampir setengahnya!!! Gimana enggak khawatir. Dokter saya juga sempet bikin down, karena yang paling dikhawatirkan adalah jika janin kalah dengan miom dalam arti mereka bisa rebutan sari-sari makanan, jika miom lebih banyak menyerap sari-sari makanan dibanding dengan janin. Waduhh!!!


Bagaimana penaganannya ?


Saya sempat ganti dokter,sebulan setelah diketahui adanya miom dalam kandungan saya. Ganti dokter bukan karena miom ya...Tapi karena kurang sreg aja dengan dokter sebelumnya. Saya menceritakan riwayat kehamilan dan miom saya  pada dokter yang baru. Setelah di cek, Puji Tuhan Janin saya berkembang normal. Dan Miomnya? Cuma bertambah 0.2 cm dari yang sebulan sebelumnya 3cm hanya bertambah 3.2 cm. Prestasi menurut saya, karena setelah saya tahu tetang miom terus terang saya khawatir. Dokter saya yang baru ini cukup tenang melihat kepanikan saya. Tidak menakut-nakuti tapi memberikan relita bahwa miom pasti akan selalu berkembang, enggak ada penanganan khusus yang bisa dilakukan hanya observasi terus menerus. Bahkan miom dapat hilang dengan sendirinya.


Perlukan ibu merasa khawatir?


Seorang ibu pasti khawatir lah, apalagi ini adalah kehamilan pertama saya. Setelah saya cerita ke beberapa teman mengenai kesehatan dan perkembangan janin saya.Wuahhh nyesel saya cerita. Kenapa? Karena banyak yang sotoy dengan pengetahuan mereka yang seadanya.. Ada yang bilang saya harus operasi CS, begini..begitu. Yang membuat tambah down padahal saya masih optimis untuk lahiran normal. Well…dokter saya juga enggak bilang apa-apa banyak yang seolah menakut-nakuti. Memang kalau dilihat setiap kehamilan itu di tiap semester ada resikonya bukan hanya yang memiliki miom saja.


Dari ketakutan dan ketidaktahuan saya tentang miom,  saya jadi cari tahu sendiri dan tentunya tetap konsultasi kedokter. Saya termasuk orang yang “ Overthinking “ terhadap sesuatu bahkan sebelum hamil. Tapi saya menyadari kepanikan dan kekhawatiran saya terjadi karena ketidaktahuan. Dan karena mulai cari tahu, bahwa miom pada ibu hamil wajar terjadi maka saya tidak mau terlalu khawatir. Saya hanya fokus pada janin saya, meyakinkan diri bahwa di dalam rahim saya hanya ada calon baby. Bahkan saya menggangap miom ini enggak ada. Dari buku bidan Yessi Aprillia atau yang lebih dikenal di IG dengan nama @bidankita. Bahwa memang benar janin kita itu lebih pintar dari yang kita bayangkan. Itu juga yang membuat saya berpikir bahwa janin saya lebih kuat dari hanya sekedar miom. 


Makanya ketika mengetahui adanya miom saya selalu kasih afirmasi positif atau sugesti positif bahkan mengajak janin saya untuk berbicara, bahwa janinku harus bisa mengalahkan miomnya. Karena dokterpun enggak menyarankan apa-apa selain harus tetap di observasi apalagi perjalanan kehamilan saya masih panjang. Masih ada harapan untuk membuat miom tidak berkembang bahkan mudah-mudahan dapat menghilang dengan sendirinya. Dan syukur sekali di pengecekan selanjutnya miomku tidak bertambah terlalu banyak hanya 0.2 cm. Saya cukup apesiasi pada tubuh saya terutama pada janin saya sendiri.Yang bisa saya sarankan kepada calon ibu,  berpikir positif dapat membuat kita lebih bahagia dan sehat. Jadi apapun resiko kehamilan yang dihadapi tetaplah berpikir posif. Dan sharing melalui blog juga membuat saya PD dalam menghadapi kehamilan. 




Contact us

Nama

Email *

Pesan *