12 Februari 2017

Tips : Traveling Rame-Rame Bareng Temen

Bersama Jelongers ( Loc. Taman Anggrek Kebun Raya Bogor )

“Bang..Kenapa tahu bulat digoreng dadakan?”
“Soalnya kalau digoreng dari jauh-jauh hari suka enggak jadi, Neng"
    “Yaaeelllahh Bang!!!"

Mungkin peryataan itu sebenarnya hanya jokes, kenapa kadang yang dadakan selalu jadi yang direncanain justru tidak terealisasi. Biasa terjadi kalau mau traveling bareng temen. Biasanya yang yang sudah direncanakan dari jauh hari kadang malah enggak jadi. Tapi mungkin peryataan tersebut muncul dari rasa kecewa dari apa yang sudah direncanakan tapi enggak terealisasi. Karena menurut saya tidak ada traveling yang sifatnya dadakan apalagi tanpa perencanaan. Jadi jangan takut untuk merencanakan sebuah perjalanan, kenapa? Yuk simak alasannya kenapa traveling itu butuh rencana :

1.       Dealing hari sama semua anggota grup
Ini..ni yang kadang paling sulit. Nentuin hari pergi sama rumitnya kaya nentuin hari pernikahan (Duileehh…ampe segitunya jodohnya aja belum keliatan). Nyari hari baik yang kosong barengan emang enggak gampang kerena masing-masing teman punya kesibukan.

2.       Pikirkan transport
Sebelum berangkat, pasti mikir dulu mau naik apa? Kalau perginya jauh pasti ngecek harga tiket dulu dan tiket harus dipesen dari jauh-jauh hari min 54 hari sebelum hari H. Bisa aja, pergi naik kereta pulang naik bis karena tiket pulang kereta sudah habis.

3.       Rundown acara dan tujuan
Upayakan kamu selalu tahu tujuan, karena kalau pergi ramean ( alias bareng temen ) enggak ada kata terserah atau ikut aja…Semua kepala harus menentukan ke mana tempat yang mau kalian singgahi beda pendapat bisa diselesaikan dengan ikut suara terbanyak, yang ribet kan kalau sudah enggak sejalan susah nentuin tujuannya. Kalau pergi sampai beberapa hari upayakan buat sususan tujuan, hari pertama dan kedua mau kemana. Buat prioritas tempat yang mau kalian kunjungi, buat plan A plan B, jadi kalau suatu tempat enggak sempat kalian singgahi, kalian punya alternative tujuan.

5.       Cari berbagai review tempat, transport dan hotel
Jangan malas untuk cari tahu ( kepoin mantan aja ga pernah malas..*eh). Cari berbagai review tentang hotel, tempat wisata atau tempat tujuanmu. Misal cari hotel yang dekat stasiun saja supaya ga jauh-jauh nantinya kalau sudah sampai dan mau pulang.

6.       Saling Mengandalkan
Bagi tugas dari awal, siapa yang bertugas pesen tiket dan hotel, riset tempat, dan bendahara. Bila ada teman yang sudah pernah ke lokasi biasanya dia yang paling diandalkan, upayakan segala transaksi keuangan dipegang hanya satu orang. Artinya ada yang ditunjuk sebagai bendahara, supaya keluar-masuk duit terkontrol dan kalaupun itung-itungan nantinya mudah.

Itu tadi tips kalau traveling rame-rame bareng temen, ini sih berdasarkan pengalama saya pribadi Semoga bermanfaat sobat travel.

7 Februari 2017

Belajar Jadi Travel Blogger Bersama Komunitas Depok Menulis

Rugi juga rasanya kalau punya pengalaman traveling ke suatu tempat tapi enggak diabadikan, bukan hanya dengan foto saja tapi dalam bentuk tulisan. Bukan cuma jadi traveler yang suka jalan-jalan tapi travel blogger yang bisa nulis. Yup!!! Weekend kemarin saya ikut acara yang diadakan teman-teman dari komunitas Depok Menulis yang bertemakan “ Yuk Jadi Travel Blogger” dengan pembicara Mba Donna Imelda, travel blogger sekaligus  Co Founder ID Corners bertempat di Tranz Eat Depok.

Notes dan Gift Voucher dari Depok Menulis

Gimana sih caranya memulai menjadi travel blogger?

Banyak nih yang masih binggung bagaimana caranya menjadi travel blogger atau penulis blog, bagaimana cara memulainya :

1.       Traveling enggak harus ke tempat yang jauh dan mahal.
Masih banyak sudut di Jakarta atau daerah seputaran tempat tinggalmu yang mungkin sebelumnya belum kamu jelajahi atau sama sekali enggak terpikir olehmu untuk kamu jelajahi, coba deh sesekali menjelajah. Barangkali tempat yang tadinya enggak populer mendadak ngehits gegara kamu posting. Sapa tau??

2.       Berlatih memotret dan wawancara.
Mengabadikan momen tiap kali traveling rasanya memang wajib, skill tambahan yang harus dimiliki oleh seorang travel blogger adalah memotret. Mulailah berlatih memotret dan mewawancarai. Kenali dulu lingkungan dan narasumber yang akan kita wawancara, jaga jarak privasi, kepo sih boleh tapi jangan terlalu frontal juga kali ya. Rekam dengan voice recorder tanpa diketahui seolah-olah kita sedang berbincang dengan narasumber.

3.       Mulai membuat catatan kecil
Catatan perjalan membantu kamu untuk mengingat informasi yang akan kamu gali yang nantinya akan dituangkan dalam tulisan. Gali sebanyak-banyaknya informasi bahkan sebelum kamu ke tempat tujuanmu bisa kamu riset terlebih atau googling terlebih dahulu mengenai tempat / negara yang akan kamu kunjungi.

4.       Posting di social media
Posting kegiatan travelingmu di sosmed. Kalau posting foto jangan kebanyakan muka kamu semua ya…orang juga males kali liatnya. Tulis caption yang sifatnya informatif .

5.       Posting di blog
Jangan biarkan pengalaman travelingmu menguap begitu saja, euporia yang kamu rasakan saat traveling juga bisa kamu tularkan pada pembaca blogmu. Ceritain pengalaman traveling kamu di blog, enggak perlu ber-domain pribadi tapi manfaatin yang gratisan. Mulai deh latihan menulis, dan asah terus kemampuan menulis kamu. Ingat!!!Jangan mulai traveling lagi sebelum kamu nyelesain tulisan perjalanan sebelumnya.
Travel Blogger & CO founder ID Corners Mba Donna Imelda
Terus saat traveling harus gimana???

§      Maximalin, semua indra kita, asah tajam, indra pengelihatan, pendengaran, penciuman dan perasa. Saya pernah baca satu buku ( tapi lupa judulnya apa..hehehe...) disitu diterangkan bagaimana kita harus bisa merawat baik-baik segala ingatan dan perasaan kita saat berada di suatu tempat. Mungkin itu kali yang dimaksud, saat kita di pantai misalnya, bagaimana rasanya kelapa ijo , angin pantai, saat berjjalan di tepi pantai, pasirnya dan deburan ombaknya.
§      Ambil gambar sebanyak mungkin.
§     Enggak perlu nunggu perjalanan selesai baru menuliskan. Di sela-sela perjalanan ke tempat lain atau perjalan pulang, kita bisa memcicil tulisan kita, supaya enggak numpuk. Nanti keburu malas duluan.
§    Mengumpulkan sebanyak mungkin materi untuk bahan tulisan, lakukan wawancara. Jangan lupa teknik 5W + 1 H supaya tulisannya informatif jelas, unik dan inspiratif.
      
      Itu tadi beberapa tips dari Mba Donnal Imelda bagaimana cara memulai untuk menjadi travel blogger, enggak hanya tips yang diberikan tapi Mba Donna tapi juga kami dibekali praktek latihan bagaimana caranya membuat sebuah lead, yaitu paragraf pembuka pada sebuah tulisan. 


Serius mendengarkan, masukan dari mba Donna dalam pembuatan lead tulisan

“Tell the story, get paid and traveling for free”

Siapa sih yang ga mau jalan-jalan, dibayar pula. Hhhmmm...kayaknya semua juga kepingin kalee... Terus gimana caranya??? Nah, mulai sekarang perbanyak hunting dan tulis tempat yang mau kamu jejalahi. Gabung dengan komunitas, bergabung dengan komunitas nantinya akan menambah wawasan kamu, sharing ilmu dari mereka yang sudah  berpengalaman. Mengoptimalkan jejaring sosial media, perluas jaringan dan kembangkan kemampuan korespondesi. Mengirim penawaran ke media karena tawaran enggak akan dateng dengan sendirinya ( kecuali punya kaki..Horor!!!). Kalau udah ngirim tapi enggak berhasil gmana??? ya sudah...keberhasilan bukan dilihat dari tulisanmu dimuat atau tidak di media. Mba Donna mengingatkan lakukanlah semuanya itu dengan hati. Jadi teruslah menulis. Makanya buruan deh tulis pengalaman seru kamu saat traveling di blog. Yang rajin ya!!!( Ngingetin diri sendiri...)


Peserta workshop Depok menulis


Contact us

Nama

Email *

Pesan *