Bau anyir khas Muara Angke sudah tercium. Tanda kami sudah dekat dengan pelabuhan Kali Adem ditambah bau asin dari tempat penjemuran ikan yang masih menyisakan bau meski tidak ada ikan yang dijemur siang itu. Parkiran kendaraan roda dua bertuliskan parkir inap mengartikan bahwa mereka yang menyeberang ke pulau menambatkan kendaraannya ditempat ini. Tak banyak yang mengantri di loket pembelian ketika kami masuk untuk membeli tiket karena hari sudah lewat tengah hari. Ada satu bapak yang terlihat ramah menawarkan jasa penyebrangan, pas kami sedang mencari tiket. Pak Asep namanya sedikit gencar menawarkan paket wisata ke Pulau Tidung. Namun menyerah setelah dia sendiri yang bilang kalau Pari memang lebih bagus, Pulau Pari memang menjadi tujuan liburan saya dan pak Suami. Membaca beberapa Review blog selain pulau yang terdekat dari gugusan Pulau Seribu, katanya Pantainya juga paling juara bagusnya Sedikit tergiur dengan tawaran Pak Asep kalau hari ini jam 2 masih ada kapal yang bisa kami tumpangi tapi kami urungkan saja karena niatnya memang hari ini untuk survei dan berangkat ke Pulau Parinya esok hari.
Esok hari mengejar jarak dari rumah kami di Depok ke Angke kami berangkat pagi pukul lima pagi menginggat libur lebaran yang bagi sebagian orang sudah selesai, artinya kami berangkat barengan orang kerja di hari Jumat. Kami berencana menginap semalam sampai Sabtu Pagi atau Sore. Pagi hari menjelang weekend di pelabuhan Kali Adem dipadati rombongan orang yang hendak berlibur ke pulau Seribu. Anak muda dan orang tua, betul kata teman saya. Untuk mencari tiket perahu tradisional harus antri sedari pagi. Belum lagi bersaing dengan mereka yang sudah dibantu oleh trip organiser. Beruntung kami sudah mengantongi tiket PP yang sudah kami beli di hari sebelumnya. Kami menggunakan Speed Boat walaupun harganya lebih mahal untuk tiketnya seharga Rp. 125.000 ini sih soal kenyaman aja ya dibanding perahu tradisional Rp.40.000 tapi waktu tempuhnya pasti lebih lama. Hanya diperlukan satu jam dari Pelabuhan Kali Adem untuk menyeberang ke Pulau Pari tapi nunggu Boatnya yang lama, karena kita kepagian sampainya di pelabuhan sementara boatnya datang jam 9 kemarin informasinya berangkat jam 8 pagi. Tapi ya sudahlah....
![]() |
| Speed Boat yang kami tumpangi, kira-kira muat sampai 20an orang |
Kami pun memutuskan untuk mengisi perut, makan siang dengan nasi goreng ala Pulau Pari yang di bandrol dengan harga Rp.15.000 rasanya ga mengecewakan kok. Padahal kami khawatir sekali kalau makan di tempat wisata itu kurang enak. Kami melanjutkan menelusuri pulau untuk mencari homestay. Tidak sulit sepertinya mencari homestay bagi kami yang backpakeran, setiap rumah menuju pantai bertuliskan nomor2 telpon untuk yang ingin menyewa. Ada satu homestay yang bentuknya berbaris seperti kontrakan dan...viewnya menghadap laut. Kami sempat naksir dan mencoba menhubungi nomor yang tertera didinding namun tak bisa dihubungi. Melanjutkan pencarian kami dua orang bapak yang sedang ngopi asik di warung menanyai kami, apakah kami sedang mencari penginapan. Salah satu bapak yang memperkenalkan diri dengan nama Pak Mole Pari menawarkan jasa untuk mencarikan kami homestay, dia bilang kalau sewa homestay yang kami taksir memang agak mahal, sekitar 600rb/ malam dan bagi yang backpackeran seperti kami sebaiknya sewa kamar saja dia menawarkan sewa kamar dengan harga 350ribu. Memperlihatkan bentuk kamar yg standard untuk kami dari smartphonenya dengan fasilitas AC dan TV. Kami sepakat untuk melihatnya dulu. Oke juga sih untuk hanya menginap semalam akhirnya setelah melihat kami menyepakatinya untuk sewa semalam, niat hati mau kasih tip buat bapak itu eh dia malah langsung pergi ya sudahlah.
Siang hari kami mengeksplore Pantai Pasir Perawan, sebelumnya kami mencari tempat sewa sepeda, kendaraan yang dipakai untuk keliling pulau. Hampir kehabisan, karena sepedanya sudah hampir semuanya di sewa. Tinggal satu sepeda yang ada boncengannya, sengaja pilih yang ada boncengannya biar so sweet gitu kemana-mana boncengan bareng pak Suami. Ahhay...Sewa sepeda Rp.30.000 bukan per jam tapi bisa di kembalikan esok hari sebelum kami pulang. Murah kan??? Disni tuh yang mahal bayar toilet umumnya masa tiga rebu...
Ada tiga Pantai yang ada di Pulau ini, Pantai Pasir Perawan, Pantai Bintang dan Pantai LIPI yang berada di dalam kompleks lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Tapi dengan waktu yang sangat singkat kami hanya bisa mengeksplore dua pantai saja yaitu Pantai Pasir Perawan dan Pantai LIPI
Berbagai Aktivitas Seru Yang Bisa Dilakuin Di Pantai Pasir Perawan
Entahlah kenapa dinamakan Pantai Pasir Perawan. Mungkin karena keindahannya kali ya. Perawan kan identik dengan wanita, dan wanita itu kan dideskripsikan dengan kata cantik or indah. Apasih!!! ngasal banget. Ya kira-kira gitulah..haha..iyain aja. Sudah lama sekali enggak ke Pantai tapi begitu melihat pantai ini rasanya sangat terobati sekali kerinduan saya akan pantai. Pokoknya liburan kali ini sukses banget, cuma kurang lama aja sich. Hehee..Disini kita bisa melakukan berbagai aktivitas seru. Saya sempat merekamnya. Liat aja videonya dibawah mulai dari main-main pasir di pinggir pantai, naik kano maupun sewa perahu untuk berkeliling pantainya, berenang, nyemplung ke pantai dari ayunan, sepedaan keliling pulau, main voli pantai bareng temen-temen, dan banyak juga loh yang berkemah disini.
Menanti Sunset Pantai LIPI
Pantai ke dua yang kami kunjungi letaknya berada di dalam kompleks Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, bayar tiket masuknya cuma Rp.2000. Sebelah kiri sebelum memasuki kompleks LIPI ada Pantai Bintang. Tapi berhubung kami ingin menangkap sunset kami memilih ke Pantai LIPI terlebih dahulu. Pada saat kami datang, sepi banget, cuma kami berdua kali yang ada di pantai itu. Sayangnya pantanya agak kotor bukan karena pengunjung tapi karena sampah dari laut yang tergerus ombak ke tepian pantai. Tapi karena sepi jadi kayak private aja. Keasikan menikmati sunset, lupa kalau hari sudah mulai gelap jadi enggak bisa mampir ke Pantai Bintang. Kalau ada kesempatan lagi saya juga mau balik lagi ke Pulau Pari, enggak ngebosenin dan belum semua tempat kami jelajahi.
Tips Backpakeran Bareng Pasangan
Tadinya ke Pulau Seribu mau ikut open trip salah satu trip organiser yang pernah direkomendasikan teman saya. Sudah tanya-tanya tapi berhubung waktunya enggak pas jadi saya dan pak Suami nekad aja ke sana berduaan, belum ada yang pernah menyebrang ke Pulau Seribu juga. Jadi sehari sebelumnya kita ke pelabuhan Kali Adem di Muara Angke untuk survei dan cari tiket. Ada kenikmatan tersendiri untuk enggak pake jasa trip organiser, kita bebas menentukan waktu dan enggak terikat itinerary.
Mungkin beberapa tips bagi kalian yang ingin backpakeran bareng pasangan supaya menghindari ribut-ribut saat traveling, kan sayang bukannya menikmati tapi malah bete-betean :
Ada tiga Pantai yang ada di Pulau ini, Pantai Pasir Perawan, Pantai Bintang dan Pantai LIPI yang berada di dalam kompleks lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Tapi dengan waktu yang sangat singkat kami hanya bisa mengeksplore dua pantai saja yaitu Pantai Pasir Perawan dan Pantai LIPI
Berbagai Aktivitas Seru Yang Bisa Dilakuin Di Pantai Pasir Perawan
![]() |
| Pantai Pasir Perawan |
Entahlah kenapa dinamakan Pantai Pasir Perawan. Mungkin karena keindahannya kali ya. Perawan kan identik dengan wanita, dan wanita itu kan dideskripsikan dengan kata cantik or indah. Apasih!!! ngasal banget. Ya kira-kira gitulah..haha..iyain aja. Sudah lama sekali enggak ke Pantai tapi begitu melihat pantai ini rasanya sangat terobati sekali kerinduan saya akan pantai. Pokoknya liburan kali ini sukses banget, cuma kurang lama aja sich. Hehee..Disini kita bisa melakukan berbagai aktivitas seru. Saya sempat merekamnya. Liat aja videonya dibawah mulai dari main-main pasir di pinggir pantai, naik kano maupun sewa perahu untuk berkeliling pantainya, berenang, nyemplung ke pantai dari ayunan, sepedaan keliling pulau, main voli pantai bareng temen-temen, dan banyak juga loh yang berkemah disini.
Menanti Sunset Pantai LIPI
Pantai ke dua yang kami kunjungi letaknya berada di dalam kompleks Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, bayar tiket masuknya cuma Rp.2000. Sebelah kiri sebelum memasuki kompleks LIPI ada Pantai Bintang. Tapi berhubung kami ingin menangkap sunset kami memilih ke Pantai LIPI terlebih dahulu. Pada saat kami datang, sepi banget, cuma kami berdua kali yang ada di pantai itu. Sayangnya pantanya agak kotor bukan karena pengunjung tapi karena sampah dari laut yang tergerus ombak ke tepian pantai. Tapi karena sepi jadi kayak private aja. Keasikan menikmati sunset, lupa kalau hari sudah mulai gelap jadi enggak bisa mampir ke Pantai Bintang. Kalau ada kesempatan lagi saya juga mau balik lagi ke Pulau Pari, enggak ngebosenin dan belum semua tempat kami jelajahi.
Tips Backpakeran Bareng Pasangan
Tadinya ke Pulau Seribu mau ikut open trip salah satu trip organiser yang pernah direkomendasikan teman saya. Sudah tanya-tanya tapi berhubung waktunya enggak pas jadi saya dan pak Suami nekad aja ke sana berduaan, belum ada yang pernah menyebrang ke Pulau Seribu juga. Jadi sehari sebelumnya kita ke pelabuhan Kali Adem di Muara Angke untuk survei dan cari tiket. Ada kenikmatan tersendiri untuk enggak pake jasa trip organiser, kita bebas menentukan waktu dan enggak terikat itinerary.
Mungkin beberapa tips bagi kalian yang ingin backpakeran bareng pasangan supaya menghindari ribut-ribut saat traveling, kan sayang bukannya menikmati tapi malah bete-betean :
- Cari tau tempat yang akan kalian kunjungin bisa liat dari review blog, atau info dari orang-orang yang pernah ke sana.
- Bagi tugas bareng-bareng aja, misal
siapa yang mau bawa bebawaan paling banyak, siapa yang harus ngecek transportasi, beli tiket, jadi bendahara, dll. - Jangan berekspektasi terlalu tinggi akan suatu tempat yang akan kalian kunjungi, karena kalau enggak sesuai bakalan kecewa. Nikmatin aja liburan bareng pasangan kalian.
- Buat itinerary buat daftar kegiatan dan tujuan, juga termasuk buat budgetnya.
- Diskusikan segala sesuatunya dengan pasangan misalnya mau makan apa jangan jawab terserah ya nanti mempengaruhi moodnya. Ini sih terjadi ga cuma traveling kali ya...psssttt ini juga tips yang ke empat tambahan dari pak suami..ahahhaaha....
![]() |
| Menikmati Sunset di Pantai LIPI |



