Rugi juga rasanya kalau punya pengalaman traveling ke suatu
tempat tapi enggak diabadikan, bukan hanya dengan foto saja tapi dalam bentuk
tulisan. Bukan cuma jadi
traveler yang suka jalan-jalan tapi travel blogger yang bisa nulis. Yup!!! Weekend kemarin saya
ikut acara yang diadakan teman-teman dari komunitas Depok Menulis yang
bertemakan “ Yuk Jadi Travel Blogger” dengan pembicara Mba Donna Imelda, travel blogger sekaligus Co Founder ID Corners bertempat di Tranz Eat Depok.
Gimana sih caranya memulai menjadi travel blogger?
Banyak nih yang masih binggung bagaimana caranya menjadi travel blogger atau penulis blog, bagaimana cara memulainya :
1.
Traveling enggak harus ke tempat yang jauh dan
mahal.
Masih banyak sudut di Jakarta atau daerah
seputaran tempat tinggalmu yang mungkin sebelumnya belum kamu jelajahi atau
sama sekali enggak terpikir olehmu untuk kamu jelajahi, coba deh sesekali
menjelajah. Barangkali tempat yang tadinya enggak populer mendadak ngehits
gegara kamu posting. Sapa tau??
2.
Berlatih memotret dan wawancara.
Mengabadikan momen tiap kali traveling
rasanya memang wajib, skill tambahan yang harus dimiliki oleh seorang travel
blogger adalah memotret. Mulailah berlatih memotret dan mewawancarai. Kenali
dulu lingkungan dan narasumber yang akan kita wawancara, jaga jarak privasi, kepo
sih boleh tapi jangan terlalu frontal juga kali ya. Rekam dengan voice recorder
tanpa diketahui seolah-olah kita sedang berbincang dengan narasumber.
3.
Mulai membuat catatan kecil
Catatan perjalan membantu kamu untuk
mengingat informasi yang akan kamu gali yang nantinya akan dituangkan dalam
tulisan. Gali sebanyak-banyaknya informasi bahkan sebelum kamu ke tempat
tujuanmu bisa kamu riset terlebih atau googling terlebih dahulu mengenai tempat / negara yang akan
kamu kunjungi.
4.
Posting di social media
Posting kegiatan travelingmu di sosmed. Kalau posting foto jangan kebanyakan muka kamu semua ya…orang juga males kali liatnya. Tulis caption yang
sifatnya informatif .
5.
Posting di blog
Jangan biarkan pengalaman travelingmu menguap
begitu saja, euporia yang kamu rasakan saat traveling juga bisa kamu tularkan
pada pembaca blogmu. Ceritain pengalaman traveling kamu di blog, enggak perlu
ber-domain pribadi tapi manfaatin yang gratisan. Mulai deh
latihan menulis, dan asah terus kemampuan menulis kamu. Ingat!!!Jangan mulai
traveling lagi sebelum kamu nyelesain tulisan perjalanan sebelumnya.
![]() | |
|
Terus saat traveling harus gimana???
§ Maximalin, semua indra kita, asah tajam, indra pengelihatan, pendengaran, penciuman dan perasa. Saya pernah baca satu buku ( tapi lupa judulnya apa..hehehe...) disitu diterangkan bagaimana kita harus bisa merawat baik-baik segala ingatan dan perasaan kita saat berada di suatu tempat. Mungkin itu kali yang dimaksud, saat kita di pantai misalnya, bagaimana rasanya kelapa ijo , angin pantai, saat berjjalan di tepi pantai, pasirnya dan deburan ombaknya.
§ Ambil gambar sebanyak mungkin.
§ Enggak perlu nunggu perjalanan selesai baru menuliskan. Di sela-sela perjalanan ke tempat lain atau perjalan pulang, kita bisa memcicil tulisan kita, supaya enggak numpuk. Nanti keburu malas duluan.
§ Mengumpulkan sebanyak mungkin materi untuk bahan tulisan, lakukan wawancara. Jangan lupa teknik 5W + 1 H supaya tulisannya informatif jelas, unik dan inspiratif.
Itu tadi beberapa tips dari Mba Donnal Imelda bagaimana cara memulai untuk menjadi travel blogger, enggak hanya tips yang diberikan tapi Mba Donna tapi juga kami dibekali praktek latihan bagaimana caranya membuat sebuah lead, yaitu paragraf pembuka pada sebuah tulisan.
![]() |
| Serius mendengarkan, masukan dari mba Donna dalam pembuatan lead tulisan |
“Tell the story, get paid and
traveling for free”
Siapa sih yang ga mau jalan-jalan,
dibayar pula. Hhhmmm...kayaknya semua juga kepingin kalee... Terus gimana caranya???
Nah, mulai
sekarang perbanyak hunting dan tulis tempat yang mau kamu jejalahi. Gabung dengan
komunitas, bergabung dengan komunitas nantinya akan menambah wawasan kamu,
sharing ilmu dari mereka yang sudah berpengalaman. Mengoptimalkan
jejaring sosial media, perluas jaringan dan kembangkan kemampuan korespondesi. Mengirim
penawaran ke media karena tawaran enggak akan dateng dengan sendirinya ( kecuali punya kaki..Horor!!!). Kalau udah ngirim tapi enggak berhasil gmana??? ya sudah...keberhasilan bukan dilihat dari tulisanmu dimuat atau tidak di media. Mba Donna mengingatkan lakukanlah semuanya itu dengan hati. Jadi teruslah menulis. Makanya buruan deh
tulis pengalaman seru kamu saat traveling di blog. Yang rajin ya!!!( Ngingetin diri sendiri...)
![]() |
| Peserta workshop Depok menulis |



