7 April 2018

Prasyarat dan Tata Cara Pernikahan Katolik



Buat yang sedang mempersiapkan pernikahan, mungkin binggung harus memulai dari mana. Selain resepsi, pengurusan administrasi catatan sipil, syarat keagamaan menjadi salah satu yang penting untuk dipersiapkan juga, dalam hal ini saya spesifik membahas tentang tata cara pernikahan Katolik. Sebelumnya saya bergereja di Gereja Kristen jadi sangat asing bagi saya untuk mengurus semuanya.. Proses mempersiapkan pernikahan saya rasa tidak ada yang instan pasti sebelum memutuskan untuk menikah proses ini sudah dipersiapakan maximal setahun sebelumnya, ye kan.

Nah langkah apa aja sih buat calon keluarga muda katolik.

  • Menghadap ke ketua lingkungan setempat untuk memberitahukan rencana penikahan kalian. Sekalian juga kalau kalian butuh bantuan lingkungan untuk tugas koor atau bantuan lain pada saat pemberkatan digereja bisa didiskusikan dengan pengurus lingkungan.
  • Datangin Sekretariat Gereja,mendatangi sekretariat gereja tempat akan berlangsungnya Sakramen Perkawinan karena tiap gereja punya kebijakannya sendiri, jangan ragu bertanya. Biasanya kamu akan di berikan daftar / form berkas perkawinan yang menjadi syarat administrasi. Dan kalau sudah menentukan tanggal pernikahan ada baiknya langsung booking tanggal untuk acara Sakramen Perkawinan kalian. Biasanya Gereja tidak melayani Sakramen Perkawinan pada masa adven dan masa prapaskah.
  • Cek Jadwal & Daftar kursus MRT ( Membangun Rumah Tangga ) Kursus pra nikah atau sekarang lebih dikenal dengan nama kursus Membangun Rumah Tangga menjadi salah satu prasyarat untuk langkah selanjutnya. Cek jadwal kursus MRT, kursus biasanya diadakan bergilir di tiap Paroki. Usahakan kursusnya di paroki tempatmu bergereja ya atau gereja tetangga juga boleh tapi saya sarankan yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal kalian karena apa? Kursus biasanya diadakan lebih dari satu hari, full day dari pagi sampai sore jadi cukup menguras tenaga kalian.
  • Mempersiapkan surat-surat yang diperlukan (dibawah akan saya jelaskan apa saja yg perlu disiapkan) bila sudah siap kedua calon pengantin bisa menghadap pastor paroki untuk proses penyelidikan kanonik. Apa itu proses kanonik? Penyelidikan kanonik adalah peluang pastoral persiapan perkawinan yang personal dan intensif, untuk itu pastor bertanggung jawab atas pengisian berkas penyelidikan kanonik ini & bertugas menjelaskan isi pertanyaan-pertanyaan sewajarnya ( Blangko penyelidikan Kanonik, hlm 1) intinya sih kalian akan dipanggil satu-satu, diwawancarai secara pribadi oleh Romo, enggak usah takut. Karena pada proses ini akan dijelaskan sifat perkawinan Kristen yang tak terceraikan. Siapin mental aja ya….hihi…
  • Setelah penyelidikan selesai, nama kedua calon pengantin akan diumumkan di gereja sebanyak tiga kali, dalam tiga minggu berturut-turut
Apa saja syarat administrasi yang diperlukan? Ini dia...
  • Mengisi surat keterangan dari ketua lingkungkungan dimana calon mempelai tinggal.
  • Salinan asli surat bapstis terbaru dari paroki asal. Terbaru artinya tidak lebih dari enam bulan sebelum pelaksanaan penikahan.
  • Buku asli Membangun Rumah Tangga (Ini akan diberikan ketika selesai mengikuti program MRT)
  • Fotocopy KTP masing-masing 1 lembar.
  • Fotocopy kartu keluarga Katolik. ( Tidak ada juga tidak masalah atau tergantung kebijakan gereja tempat berlangsungnya Sakramen Pernikahan )
  • Paspoto berwarna kedua mempelai berdampingan ukuran 4x6 ( 4 lembar)
  • Fotocopy KTP Saksi Perkawinan ( Beragama Katolik usia max 55 thn)
  • Jika salah satu calon mempelai berasal dari paroki luar harus menyertakan surat pengantar/keterangan dari ketua lingkungan yang diketahui oleh Pastor.
  • Buku upacara perkawinan.
  • Jika kedua mempelai berasal dari Paroki luar membawa surat pernyataan atau surat delegasi dari Pastor Paroki untuk melaksanakan kanonik atau pernikahan.
Bagaimana jika salah satu mempelai beragama Kristen namum menikah dengan cara Katolik?

Nah, dalam Gereja Katolik sendiri hanya dikenal 2 macam penikahan campur yaitu perkawinan beda agama (Disparitas Cultus) yaitu perkawinan yang terjadi antara orang yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik yang sudah diterima di dalamnya dengan orang yang tidak dibabtis, untuk mengesahkannya diperlukan dispensasi dari ordinaris wilayah. Yang kedua perkawinan beda gereja (Mixta Religio) perkawinan antara orang yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik yang sudah diterima di dalamnya dengan orang yang dibaptis dalam gereja Kristen, untuk mengesahkannya diperlukan izin dari ordinaris wilayah. Berkas apa yang diperlukan :

  •  Fotocopy surat Baptis Protestan
  • Surat Sidi Protestan
  • Buku asli Membangun Rumah Tangga.
  •  Fotocopy KTP masing-masing 1 lembar.
  • Fotocopy kartu keluarga Sipil
  • Fotocopy KTP Saksi Kanonik maksimal 2 orang dari pihak non Katolik yang mengetahui bahwa calon non-Katolik tersebut belum pernah menikah dan tidak terkena halangan ikatan nikah atau halangan perkawinan lainnya.
  • Fotocopy KTP Saksi Perkawinan ( Orang Katolik usia maximal 55 tahun )
  • Surat pernyataan dari orang tua (tanda tangan diatas materai Rp. 6.000) yang menyatakan bahwa menyetujui pernikahan secara Katolik.
  • Mengisi surat keterangan belum pernah menikah dari Gereja atau instansi pemerintah setempat dimana calon mempelai tinggal.
  •  Surat perjanjian pihak katolik untuk mohon dispensasi ( dibuat oleh Romo )



25 Februari 2018

Tempat piknik paling dekat dengan Bandara Ahmad Yani,Semarang.

Begitu "Touch down" ๐Ÿˆ๐Ÿˆdi Semarang saya melimpir ke salah satu tempat piknik yang paling dekat dengan bandara. Emang ada? Ada kok namanya Anjungan Bandara Ahmad Yani yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura, letaknya? Kepleset juga nyampe tapi nyrossooott ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜ .Persis di sebelah pintu keluar.
Kayak lagi di stadion ya...

Ada apa sih disana? Disana hanya ada pendopo yang ga begitu besar. Tempat ini memang menawarkan pemandangan pesawat take off dan landing. Dah gitu doank...just as simple as that, yang bagi orang lain mungkin adalah hal yang receh tapi tidak bagi anak-anak  yang diajak oleh orang tua mereka. Dan orang tua ga perlu merogoh kocek yang mahal buat liat anaknya bahagia,tiket masuk hanya Rp 2.500 buat anak-anak dan Rp 3.500 buat dewasa.

Well, satu hal yang bisa saya dapat dari kunjungan saya yang singkat ke tempat ini bahwa bahagia itu sederhana. Membahagiakan orang lain itu enggak perlu sesuatu yang mahal ( mudah-mudahan pak suami ga baca!!!)

Pengujung kebanyakan orang tua yang membawa anak-anak mereka


24 Desember 2017

Lokasi Wedding Kekinian di La Kana Chapel




Semarang selalu bikin nagih untuk dikunjungi, beberapa kali ke Semarang nyobain tempat-tempat baru tapi tetap aja ada yang kelewat untuk dikunjungi. Tiap ke kota ini pasti saya list mau ke mana, seperti ke daerah Bandungan ini. Saya dan pak Suami memang sudah berencana untuk nyobain spa di Susan Spa & Resort daerah Bandungan ( Baca juga ya Spa On The Sky di Susan Spa & Resort ). Selain untuk mecoba Spanya saya penasaran dengan bangunan La Kana yang yang lagi ngehits banget di instagram.

Deretan pegunungan Merbabu, Telomoyo dan Andong
La Kana adalah bangunan yang menyerupai kapel, kapel sendiri sebenarnya adalah gereja kecil. Tapi siapun boleh melangsungkan pernikahan di bagungan yang vieuwnya menghadap ke deretan pegunungan Merbabu, Telomoyo dan Gunung Andong. Tiga pegunung ini lah yang menjadi background La Kana . Cantik kan!!! makasih. 


Mencari spot yang bagus untuk berfoto
Mengusung tema pernikahan outdoor yang menyatu dengan alam menjadikan tempat ini begitu romantis. Paket pernikahan di disini start dari 82 jutaan untuk 200 orang sudah termasuk rental space La Kana Chapel & Outdoor, menu stall live cooking, compliment 1 room 1 night.Kalau kamu mau menjadikan tempat ini hanya  untuk prewedding juga bisa kok. Preweding location start dengan harga IDR 2000.000. Prewedding 2D1N IDR 4.999.000 weekday ya, kalau weekend IDR 5.499.000 keterangan lebih lanjut bisa tanya langsung ya ke Susan Spa & Resortnya dan harganya juga bisa berubah sewaktu-waktu. 

Pinginnya sih foto berdua tapi lupa bawa tripod

Selain menyediakan paket prewedding dan pernikahan Susan Spa & Resort pastinya juga menyediakan layanan paket Spa, meeting package , BBQ Night, pesta ulang tahun anak  dan outbond.Untuk yang datang tidak menginap juga tidak masalah, kalau hanya masuk ke area ini dikenakan biaya Rp. 25.000. Untuk informasi lebih lanjut bisa di lihat keterangan di bawah ini ya….Selamat Liburan….




Susan Spa & Resort
Dusun Piyoto, Bandungan, Central Java-Indonesia
Phone 62-298 711 766
Fax 62-289 712088


23 Desember 2017

Spa On The Sky di Susan Spa & Resort





Kalau mendengar  Susan Spa & Resort pasti yang terlintas dalam pikiran kita adalah kapel La Kana yang lagi ngehits. Bangunan yang menyerupai kapel (gereja kecil) ini memang bagian dari Susan Spa & Resort. Melanjuti liburan saya dan pasangan di Semarang selepas acara unduh mantu.  Sepertinya mau memilih tempat libur yang tenang dan relaxs dan tempat ini kayaknya cocok banget untuk kami honeymoon. Maklum lah pengantin baru..hehe…

Susan Spa and Resort terletak di daerah Bandungan, Semarang Jawa Tengah dengan waktu tempuh sekitar satu jam dari kota Semarang. Jangan khawatir dengan transportasi kesana, kalian bisa naik Grabcar. Saya dan pak Su berangkat dengan Grabcar yang kami pesan dari Star Hotel. Daerah Bandungan itu hampir sama dengan daerah Puncak di Jawa Barat jalan menuju ke lokasi juga menanjak dan berliku. Sekeliling jalan menuju resort banyak penginapan atau villa bedanya hanya enggak ada Mamang-mamang pake kupluk yang nawarin Vila…vila..vila…๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†
La Kana Royal wedding venue

Susan Spa sebenarnya bermula dari  tempat Spa di Semarang, hanya saja tempat spanya diperuntukan khusus wanita. Susan Spa & Resort yang ada di daerah Bandungan ini menyediakan wedding venue itu loh yang tadi saya bilang Kapel  La Kana dengan konsep pernikahan outdoor  yang  menampilkan deretan pengunungan Merbabu sebagai background pernikahannya ditambah bangunan kapel yang bikin gue pingin nikah lagi di sini tempat ini sebagi royal wedding. Nah. karena tempatnya jauh dari kota menjadikan tempat juga  sebagai resort atau cocok untuk beristirahat. Daerah Bandungan memang merupakan daerah dengan curah hujan tinggi dan letaknya di bawah pegunungan. Tenang damai…duh saya aja nambah satu malem di sini yang semula hanya mau semalam saja bersamamu ternyata ga cukup. **Apasih.


Spa on The Sky




Mempersiapkan resepsi pernikahan plus estafet dengan acara unduh mantu dibeda kota,  membuat energi kami terkuras, badan pegel-pegel mau rontok.  Nah yang mau saya coba adalah Spanya. Kalau mau Spa di sini sebaiknya reservasi dulu ya takutnya antri apalagi kalau weekend. Kan sayang sudah jauh-jauh. Acara saya dan pak suami begitu cek in, istirahat bentar terus spa karena kami ditawarkan untuk spa di jam empat sore. Durasi spanya bisa pilih mau yang dua jam atau satu setengah jam. Supaya pas sama dinner, maksudnya begitu selesai spa lanjut dinner di Sky Garden gituh.

Balik lagi ke paket spanya, ada beberapa pilihan yang ditawarkan ada yang Java Traditional atau Balinese traditional. Selain dua pilihan tadi juga ada pilihan lain nanti dibantu sama spa consultannya kok. Karena saya lagi di Jawa Tengah jadi pilihannya yang Java Traditional lah yah. Bedanya apa? Dari rempah-rempah yang dipakai untuk massangenya, awalnya  saya dihantar untuk merendam kaki dengan rempah kemudian dihantar ke tempat spanya. Tadinya saya pikir spanya outdoor. Rupanya konsep spanya yang awalnya outdoor sudah diganti indoor lantaran cuaca di Bandungan sering hujan bahkan disertai angin sehingga membuat tempat spanya tidak dapat digunakan, tapi tenang aja ini tidak mengurangi sensasi spa on the sky dari ketinggian, kalau cuaca bagus dari sudut jendela tempat spanya juga keliatan pemandangan pegunungannya. Sayangnya kita dapat jam sore dan hujan pula jadi pemandangan pegunungannya tertutup kabut. Tapi enggak masalah, kita menikmati banget massangenya, fasilitas dan pelayanan spanya.Spa dengan paket Java Traditional hanya merogoh kocek sebesar Rp. 375.000 per orang. Kalo sama pasangan tinggal kali dua aja. Dijamin ga akan rugi. Setelah selesai ditreatments selama satu setengah jam kami ditawarkan minuman  jahe dan snack. Uh, pokonya seger deh, habis spa disuguhi minuman yang hangat bikin badan kembali seger. Oiya saya kasih saran ya kalau mau ke Spanya sebaiknya jangan telat paling tidak datang 10 atau 15 menit sebelum mulai supaya tidak terburu-buru dan enggak rugi waktunya karena ngurangin waktu kita spa ( hihi…ga mau rugi banget). Terus ya kondisi perut juga jangan terlalu kenyang dan tapi juga jangan sampai enggak makan juga.


Sky Garden Restaurant



Selesai Spa  saya dan Paksu Dinner di Sky Garden, oiya kami kan juga belum ambil welcome drinknya. Jadi sekalian saja. Sky Garden buka dari jam 05.00 sore sampai jam 22.00 malam. Sumpah saya seneng banger, kenapa?Sepi, baru inget kalau ini hari adalah hari biasa dan bukan peak season..  Jadi mau nyelpi gaya apapun ga keganggu sama  orang yang sibuk selfi juga ditambah restauranya juga instagrameble banget  jadi sambil nunggu makanan datang saya fotoin deh tuh tiap sudut sky garden, dibilang norak biarin. Dari sini juga kita bisa liat Kapel La Kana dari ketinggian.  Mau foto sudut La Kana di waktu malam tapi lampunya dimatiin. Padahal pingin banget ngeliat La Kana di waktu malem kayak foto di IG. Yakali mau foto kayak yang ada di akun IGnya Susan Spa & Resort, bagus sih apalagi kalau lagi ada wedding. Sempet tanya weekend ini ada yang weeding atau tidak maksudnya mau reserve kepingin lihat. Habis pasti romantic banget, jadi pingin nikah lagi di disini.**Eh...



Pandan Restaurant




Selain ada restaurant Sky Garden yang hanya buka di sore hari sampai malam. Ada juga Pandan Restaurant tempat kami untuk menikmati sarapan. Dibawah Pandan Restauran terlihat Swimming Pool area dan dari balkon restaurant kita juga bisa melihat kapel La kana dari ketinggian.
Ada area VIP yang viewnya menghadap ke penggunungan.Berasa tamu VIP deh kita, habis lagi-lagi sepi banget. Jangan lupa untuk mengambil sarapan voucernya dibawa. Sarapannya dapat paket lengkap tinggal pilih nasi atau mie goreng ditambah paket kopi atau teh, roti dan gorengan yang terdiri dari French fries atau nugget atau baso goreng ditambah buah.Saya enggak terbiasa makan banyak tapi sering, kalau engga habis bisa dibungkus buat nanti berenang. Hehehe…


Swimming Pool & Fitness Area


Bagi yang menginap dapat fasilitas free for fitness or  Swimming pool. yang bergaya klasik gitu deh. Pagi hari emang cocok buat olahraga ada area fitness dan kolam renang yang berhadapan saya pilih renang saja, enggak usah khawatir masalah cuaca karena kolam renangnya indoor. Suka deh, rasanya pingin langsung nyemplung tapi begitu nyemplung sumpah airnya dingin banget. Ga kuat lambaikan tangan aja, saya memang ga tahan dingin. Sebenarnya kolamnya bisa dibuat air hangat tapi kayaknya lama ya kalau nunggu kolamnya sampai airnya hangat.




Jacuzzi & Sauna

Setelah renang enaknya jacuzzi dilanjut sauna. Ini free juga loh sudah termasuk dari voucer Swimming pool. Sebelum Jacuzzi dan Sauna sebaiknya pesan dulu ke penjaganya untuk dipersiapkan Jakuzi dan Saunanya supaya bisa dipersiapkan paling tidak sejam sebelumnya. Habis kedinginan berendam di air hangat dan sauna. Mak Nyusss…



Ruang Kamar Room Type Deluxe

Di Susan Spa & Resort sendiri menawarakan berbagai room type seperti Geust House, Superior, Deluxe, Aurora Jr. Suite, Prince & Princess Suite,khusus untuk yang honeymoon. Family Suite, Grand Suite & President Suite.  mulai dari harga 600K weekdays, 1.071K untuk high season dan 1.386K untuk peak season. Harga bisa berubah ya sewaktu-waktu. Nah tapi cek juga ya high seasonnya bisanya di bulan Juli,Desember jelang natal dan tahun baru. Saya dan pak Su pilih yang type delux. Ruang kamar minimalis dan nyaman dengan fasilitas TV, wi-fi, telephone, electronic kettle dan air conditioner. Kamar mandi dilengkapi shower air hangat.

Informasi lebih lanjut

Susan Spa & Resort
Dusun Piyoto, Bandungan, Central Java-Indonesia
Phone 62-298 711 766
Fax 62-289 712088







19 April 2017

Monumen Jongenskampen, Saat Itu Mereka Masih Sangat Muda

“Kami berdiri dalam antrian yang panjang, perempuan dan anak-anak,
Dibawah teriknya terik matahari tropis.
Berjam-jam lamanya…
Dan orang Jepang terus saja menghitung.
Menghitung dalam bahasa Jepang sangatlah sulit.
Itu berlangsung lama, berjam-jam lamanya…
Hitung, hitung, hitung
Hitung berjam-jam lamanya
Beribu tahun
Dibawah teriknya sinar matahari
Dengan perut kosong
(Appรจl, puisi karya Freddi Cochius )


Saya membaca puisi tersebut di atas kereta menuju perjalanan pulang ke Jakarta. Pikiran saya masih saja tertuju pada Monumen Jogenskampen di Ereveld Kalibanteng yang Jumat kemarin saya kunjungi bertepatan dengan hari Jumat Agung. Sepertinya puisi tersebut dengan visualisasi yang digambarkan oleh pematung Anton Beysens, membuat pikiran saya melayang membayangkan situasi pendudukan Jepang di Hidia Belanda pada masa itu.

Monumen Jogenskampen, mengambarkan seorang anak laki-laki  kurus, terlihat dari tulang-tulang rusuknya yang menonjol  karena kurang makan yang sedang memanggul pacul di bahunya, ditopang sebuah kapak dengan hanya mengenakan kain di pinggangnya. Monumen ini didirikan untuk mengingat anak-anak muda yang wafat pada masa penindasan Jepang di Hindia Belanda. Anak-anak muda yang dipisahkan dari ibunya dan ditawan di tempat pengasingan anak maupun pria dewasa.

Dibawah kaki patung tembaga yang diresmikan pada tahun 1988 tersebut tertulis dalam bahasa Belanda yang berarti “Saat itu mereka masih sangat muda”. Saya tidak dapat membayangkan jika saya menjadi salah satu anak muda kala itu. Dengan segala hormat untuk mengenang mereka yang telah gugur, anak-anak, kaum muda, laki-laki dan perempuan semoga mereka yang telah wafat ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya.


**Semua foto yang saya buat di Ereveld Kalibanteng dan Ereveld Candi bukan untuk kepentingan dan tujuan komersial**

Ereveld Kalibanteng dan Candi, Makam Kehormatan Belanda Di Semarang

Beberapa kali ke Semarang dan seringnya wara-wiri dijalan Siliwangi membuat saya penasaran dengan kompleks pemakaman tersebut. Barisan Salib Putih yang tertata rapih yang begitu teduh dengan pohon beringin besar di bagian depan sepanjang sisi jalan. Saya tanya ke teman saya yang asli Semarang ada apa di Ereveld Kalibanteng, dia sendiri seumur hidup belum pernah masuk ke Ereveld tersebut. Kasihan banget!!! Akhirnya saya cari tahu sendiri tentang Ereveld. 

Monumen Jogenskampen, Ereveld Kalibanteng
Ereveld atau Makam Kehormatan Belanda adalah pemakaman korban perang, baik dari militer maupun sipil yang gugur pada saat perang di Hindia Belanda. Ada tujuh Ereveld yang tersebar di pulau Jawa yaitu Ereveld Menteng Pulo & Ereveld Ancol yang ada di Jakarta,  Ereveld Pandu di Bandung, Ereveld Leuwigajah di Cimahi, yang terakhir Ereveld Kalibanteng dan Ereveld Candi keduanya ada di Semarang. Malah saya belum pernah mengunjungi Ereveld yang ada di Jakarta. Pernah ke makam tapi ke pemakaman kuno Belanda yang ada di Kebun Raya Bogor dan Museum Prasasti yang merupakan makam peninggalan Belanda juga, membuat saya tertarik berziarah ke Ereveld.

Pertama kali saya menjejakan kaki ke Ereveld Candi yang letaknya lebih jauh dari Ereveld Kalibanteng dari tempat saya menginap di daerah Mijen. Ereveld Candi terletak di bukit Selatan Semarang di jalan Jenderal Sudirman Gajah Mungkur, Candi, pemandangannya bagus dengan latar bukit di bagian belakang makam. Kata sepupu dari teman saya kalau cuaca lagi cerah akan terlihat gunung Unggaran. Saya membunyikan bel yang ada di sisi kiri gerbang. Cukup sekali saja, pintu gerbang dibuka oleh salah seorang pengelola makam, Pak Vincent namanya. Beberapa hari sebelum hari kunjungan saya memang telah meminta ijin berkunjung  pada Yayasan Oorlogsgravenstiching atau OGS yang merupakan yayasan pengelola seluruh Ereveld yang ada di Indonesia yang berkantor pusat di Jl. Panglima Polim, Jakarta. Sempat berbicang dengan Bapak Vincent  yang menanyakan maksud tujuan saya berkunjung, saya hanya mayarakat umum yang ingin berziarah. Sebelum saya berkunjung memang ada keluarga yang berziarah yang merupakan keturunan dari yang di makamkan ditempat ini, sebelum berkeliling saya diajak ke pendopo untuk mengisi buku tamu. Walaupun matahari saat itu tepat di atas ubun-ubun ( baca: kesiangan), tapi tidak menyurutkan langkah saya untuk menapaki Ereveld Candi. Khusus Ereveld Candi mereka yang dimakamkan adalah mereka yang berasal dari kalangan militer.
Voor Veiligheid en Recht, Ereveld Candi

Dulunya para korban dimakamkan di dua puluh dua Makam Kehormatan Belanda yang tersebar di Indonesia, dibagun antara tahun 1946 dan 1950 oleh Dinas pemakaman milik Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL). Atas permohonan pemerintah Indonesia, setelah penyerahan kedaulatan di tahun 60an ke dua puluh dua Makam Kehormatan Belanda dikumpulkan di Pulau Jawa saja. Tidak hanya yang beragama Kristen tapi mereka yang beragama Islam, Budha dan Yahudi juga dimakamkan di Ereveld. Bedanya nisannya tidak berbentuk Salib. Di tengah-tengah pemakaman terdapat monument pusat yang berbentuk salib berwarna putih, dibawahnya tertulis “VOOR VEILIGHEID EN RECHT” yang dapat diartikan “For Security and Justice”.

Semoga mereka yang gugur ditempatkan di tempat terbaik disisiNya


**Semua foto yang saya buat di Ereveld Kalibanteng dan Ereveld Candi bukan untuk kepentingan dan tujuan komersial**

12 Februari 2017

Tips : Traveling Rame-Rame Bareng Temen

Bersama Jelongers ( Loc. Taman Anggrek Kebun Raya Bogor )

“Bang..Kenapa tahu bulat digoreng dadakan?”
“Soalnya kalau digoreng dari jauh-jauh hari suka enggak jadi, Neng"
    “Yaaeelllahh Bang!!!"

Mungkin peryataan itu sebenarnya hanya jokes, kenapa kadang yang dadakan selalu jadi yang direncanain justru tidak terealisasi. Biasa terjadi kalau mau traveling bareng temen. Biasanya yang yang sudah direncanakan dari jauh hari kadang malah enggak jadi. Tapi mungkin peryataan tersebut muncul dari rasa kecewa dari apa yang sudah direncanakan tapi enggak terealisasi. Karena menurut saya tidak ada traveling yang sifatnya dadakan apalagi tanpa perencanaan. Jadi jangan takut untuk merencanakan sebuah perjalanan, kenapa? Yuk simak alasannya kenapa traveling itu butuh rencana :

1.       Dealing hari sama semua anggota grup
Ini..ni yang kadang paling sulit. Nentuin hari pergi sama rumitnya kaya nentuin hari pernikahan (Duileehh…ampe segitunya jodohnya aja belum keliatan). Nyari hari baik yang kosong barengan emang enggak gampang kerena masing-masing teman punya kesibukan.

2.       Pikirkan transport
Sebelum berangkat, pasti mikir dulu mau naik apa? Kalau perginya jauh pasti ngecek harga tiket dulu dan tiket harus dipesen dari jauh-jauh hari min 54 hari sebelum hari H. Bisa aja, pergi naik kereta pulang naik bis karena tiket pulang kereta sudah habis.

3.       Rundown acara dan tujuan
Upayakan kamu selalu tahu tujuan, karena kalau pergi ramean ( alias bareng temen ) enggak ada kata terserah atau ikut aja…Semua kepala harus menentukan ke mana tempat yang mau kalian singgahi beda pendapat bisa diselesaikan dengan ikut suara terbanyak, yang ribet kan kalau sudah enggak sejalan susah nentuin tujuannya. Kalau pergi sampai beberapa hari upayakan buat sususan tujuan, hari pertama dan kedua mau kemana. Buat prioritas tempat yang mau kalian kunjungi, buat plan A plan B, jadi kalau suatu tempat enggak sempat kalian singgahi, kalian punya alternative tujuan.

5.       Cari berbagai review tempat, transport dan hotel
Jangan malas untuk cari tahu ( kepoin mantan aja ga pernah malas..*eh). Cari berbagai review tentang hotel, tempat wisata atau tempat tujuanmu. Misal cari hotel yang dekat stasiun saja supaya ga jauh-jauh nantinya kalau sudah sampai dan mau pulang.

6.       Saling Mengandalkan
Bagi tugas dari awal, siapa yang bertugas pesen tiket dan hotel, riset tempat, dan bendahara. Bila ada teman yang sudah pernah ke lokasi biasanya dia yang paling diandalkan, upayakan segala transaksi keuangan dipegang hanya satu orang. Artinya ada yang ditunjuk sebagai bendahara, supaya keluar-masuk duit terkontrol dan kalaupun itung-itungan nantinya mudah.

Itu tadi tips kalau traveling rame-rame bareng temen, ini sih berdasarkan pengalama saya pribadi Semoga bermanfaat sobat travel.

Contact us

Nama

Email *

Pesan *